Bengkalis (Inmas)- Awal 2019 lalu Santi Arah, S.Pd.I,.MM ia mengikuti seleksi calon Asesor Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (PAUD/PNF) Provinsi Riau, Ia dinyatakan lulus sebagai Asesor setelah melewati beberapa tahap. Yang meliputi seleksi administrasi, portofolio, dan Karya Ilmiah, serta targeted selection interviewer (TSI).
Santi Arah, S.Pd.I,.MM menjelaskan, persyaratan portofolio kandidat dari unsur guru swasta, di antaranya, memiliki sertifikat kegiatan mendukung tentang pendidikan PAUD minimal setingkat kota atau kabupaten, Daerah bahkan Nasional.
Sejak diterimanya menjadi asesor Bunda Santi Panggilan akrabnya yang juga merupakan Kepala Raudhatul Athfal (RA) Al-Muhajirin dari Kecamatan Pinggir ini, bahwa ia menyampaikan “Dengan tergabungnya saya di BAN PAUD/PNF ini semoga berdampak baik bagi PAUD baik itu TK/RA yang ada dilingkungan Kecamatan binaan saya nantinya.
Disamping itu, jadi seorang Asesor harus aktif dan siap untuk membimbing Kepala dan guru guru TK/RA yang sama kita tau kelemahan kita dibidang IT, juga berbagai praktik yang terkait dengan pembelajaran seperti menulis buku, memberikan pelatihan, dan membuat konten pendidikan di media sosial...,” terang Penulis Manajemen PAUD itu.
Sesuai dengan hasil seleksi asesor tahun 2019 dan hingga 2022 sekarang ini yang lulus masuk mewakili RAUDHATUL ATHFAL Se-RIAU hanya ada 2 orang saja, yaitu salah satunya Bunda Santi Arah, S.Pd.I,.MM. dan ini akan menjadi aset dan penyambung bagi Kementerian Agama Provinsi Riau dan perwakilan dari Kabupaten Bengkalis sendiri.
Menurut bunda Santi, harapannya kedepan agar Bapak Kakan Kemenag Provinsi, Kakan Kemenag Bengkalis dan dilanjut melalui Kasipenmad agar bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan Mutu dan Kualitas Khususnya di Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Bengkalis sendiri.
“Dengan senang hati kita bisa bermanfaat untuk membantu Kepala RA dalam bentuk Bimbingan Persiapan Visitasi dan Akreditasi yang akan dihadapi nanti, sesuai dengan Aplikasi SISPENA yang terus direvisi dari Bentuk manual, model Tatap Muka, Off Line, On Line semoga dapat menjadikan RA dilingkungan Kementerian Agama ini menjadi Raudhatul Athfal (RA) yang hebat dan Bermartabat,” ungkapnya dengan senang siap membantu. HUMAS_AM*