Siak (Inmas) - Tradisi Ghatib Beghanyut yang dilaksanakan masyarakat Kabupaten Siak sekali setahun ini sudah ada sejak 1976. Ritual ini dilaksanakan sebagai upaya menolak bala agar negeri terhindar dari musibah. Tradisi kebudayaan turun-temurun 'Ghatib Beghanyut' dilaksanakan pada Rabu, 21/092022 malam, usai salat isya di Pelabuhan Lalu Lintas Sungai Danau dan Penyebrangan (LLASDP) Siak.
Kegiatan religius yang dibuka oleh Wakil Bupati Siak itu dihadiri oleh Pimpinan OPD, Kepala Subbag TU Kankemenag Siak, Drs. H. Nursya, Ratusan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Alim Ulama, Tokoh Adat dan Masyarkat baik dari kota Siak maupun dari luar daerah. Ketua LAMR Kabupaten Siak Wan Said menjelaskan bahwa tradisi Ghatib Beghanyut sudah dipercaya secara turun temurun oleh masyarakat. Kegiatan yang juga disebut ritual tolak bala.
“Dahulu ada dua cara yang dilakukan untuk melaksanakan doa tolak bala yakni Ghatib Bejalan dan Ghatib Beranyut, dengan menggunakan sampan berhanyut di Sungai Siak," kata dia.
Tradisi melaksanakan zikir dan tahlil berjamaah di atas kapal dan sampan dengan berhanyut di Sungai Siak ini sebelumnya juga dirangkai dengan kegiatan ziarah ke makam sultan-sultan yang ada di Kota Istana. (Hd)