*Kesempatan Berhaji*
Kemampuan dan kesempatan untuk dapat menunaikan ibadah haji adalah salah satu anugerah terbesar yang harus disyukuri, khususnya bagi umat muslim yang sudah diberi anugerah untuk menunaikan ibadah haji. Hal tersebut mengingat besarnya biaya ibadah haji dan lamanya waktu tunggu keberangkatan menuju Tanah Suci.Â
Namun besarnya biaya haji dan lamanya waktu tunggu, tidak semestinya menyurutkan niat umat muslim untuk menunaikan ibadah haji. Sebaliknya, hal tersebut hendaknya menjadi pemicu tekad dan semangat umat muslim yang lain untuk dapat menunaikan ibadah haji, karena ibadah haji merupakan salah satu kewajiban dan kesempurnaan seorang muslim.Â
Untuk itu seorang muslim harus tetap mempunyai niat untuk menunaikan ibadah haji seraya terus berupaya untuk dapat menunaikan ibadah haji. Ketika seorang Muslim sudah memiliki syarat kemampuan finansial melakukan batas minimal penyetoran, ada yang ditinggal untuk keluarga dan sehat jasmani melakukan perjalanan maka tidak ada halangan dan alasan baginya untuk menunda. Penyesalan akan terjadi ketika syarat tersebut sudah terpenuhi namun tidak terlaksana maka syaitan ada diantara itu.Â
*Rute Pergerakan CJH Gelombang 1*
Masuk Asrama Embarkasi Haji-Bandar Udara Indonesia- Bandar Udara AMAA-Madinah (Arbain) - Bir Ali (miqat) – Makkah – Arafah – Musdalifah – Mina – Makkah - Bandar Udara KAAIA Jeddah - Bandar Udara Indonesia - Asrama Embarkas Haji
*Rute Pergerakan CJH Gelombang 2*
Asrama Embarkasi Haji - Bandar Udara Indonesiai - Bandar Udara KAAIA Jeddah – Makkah - Arafah - Musdalifah - Mina – Makkah - Madinah (Arbain) - Bandara AMAA -Bandara Indonesia Embarkasi - Asrama Haji.
*Rute Perjalanan CJH Riau Gelombang 2*
Asrama Embarkasi Haji Antara Pekanbaru - Bandar Udara SSK II Pekanbaru - Bandar Udara Hang Nadim Batam - Bandar Udara KAAIA Jeddah – Makkah – Arafah – Musdalifah – Mina – Makkah - Madinah (Arbain) - Bandara AMAA - Bandar Udara Hang Nadim Batam - Bandar Udara SSK II Pekanbaru - Asrama Embarakasi Haji Antara Pekanbaru
*Aktivitas Jamaah Haji Gelombang 1 di Madinah (Arabain) dan Menuju Makkah (Umroh Wajib) Haji Tamattu*
Pergerakan Jamaah haji Gelombang 1 dari Madinah menuju Makkah yang insya Allah akan dimulai pada hari ini 12 Juni 2022 atau bertepatan 12 Zulqa’dah 1443 setelah jamaah haji bermukim di Madinah selama 8 hari melaksanakan "Arba'in" shalat fardhu berjamaah di masjid Nabawi sebanyak 40 kali/waktu terus menerus tanpa terputus.Â
Selain melasnakan "Arba'in" jamaah haji juga bisa melakukan beberapa aktivitas lain seperti melakukan wisata ziarah ke tempat-tempat bersejarah atau sekedar jalan-jalan di kota Madinah. Namun hal itu harus dilakukan secara terukur dan terencana agar tidak terlalu menguras stamina dan menyebabkan gangguan kesehatan.
Cuaca dan suhu di Madinah saat ini cukup ekstrim sampai pada 40-45 derajat sehingga terkadang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Adapun tempat-tempat bersejarah yang biasa dikunjungi jamaah haji selain Masjid Nabawi sendiri antara lain Masjid Kuba, Jabal Uhud, Jabal Magnet, Raudhah, Maqbarah Baqi (Pemakaman Baqi), Masjid Qiblatain, Museum Hejaz Railway, dan lain-lain.
*Pendorongan Jamaah Haji dari Madinah ke Makkah*
Keberangkatan jemaah gelombang 1 dari Madinah menuju Makkah direncanakan hari ini pada 12 Juni 2022 atau bertepatan 12 Zulqa’dah 1443 H. Dari Madinah, jemaah akan melaksanakan umrah wajib dengan mengambil miqat di Zulhulaifah atau yang lazim disebut dengan nama Bir Ali atau Abyar Ali,”Mereka akan singgah di Bir Ali untuk mengambil miqat pelaksanaan umrah wajib. Miqat adalah batas atau tempat dimulainya para jamaah umrah atau haji untuk berihram sekaligus memulai niat. Bir Ali sebagai tempat miqat (berniat) terletak 11 kilometer dari Masjid Nabawi tepatnya sebelah barat Lembah Aqiq. Di sana, ada sebuah masjid berdiri, namanya Masjid Bir Ali.Â
Sampai di Bir Ali, jemaah akan turun sesuai urutan busnya. Mereka akan diarahkan ke pintu-pintu khusus bagi jemaah perempuan dan laki-laki untuk berwudhu. Mereka diimbau melaksanakan salat sunah dua rakaat, baik salat tahyatul masjid maupun salat sunah umrah.
"Sebelum meninggalkan masjid, jemaah niat umrah wajib (Labbaikallahumma umroh/Nawaitul Umroh wa'ahramtu bihii lillaahi taala), lalu petugas mengarahkan mereka ke bus lewat pintu masuk yang sama. Jadi, pintu masuk dan keluar sama,"
para petugas harus memastikan seluruh jemaah telah berniat umroh dan berihram. Petugas juga harus mengingatkan mereka untuk tidak melanggar larangan ihram, misalnya memakai pakaian berjahit dan lainnya.
Petugas TIm Pembimbing Ibadah Haji khusunya melakukan langkah-langkah:
1. Memulai melantunkan TalbiyahÂ
2. Memastikan seluruh jemaah tiba di Bir Ali.Â
3. Memastikan jamaah sudah memakai ihram dari hotel.
4. Memastikan seluruh jemaah tidak melanggar larangan ihram. Seperti tidak pakai wangi-wangian hingga memakai peci atau penutup kepala bagi jamaah laki-lakiÂ
5. Memastikan jamaah sudah berniat umrah kalau belum bisa dilakukan di dalam Bus sebelum meninggalkan Bir Ali
6. Memastikan seluruh jamaah diberangkatkan ke Makkah, tidak ada yang tertinggal.u
---H.M. Tawwaf (TPIHI 2019)---