0 menit baca 0 %

KETIGA KALINYA, GURU MAN 1 KUANTAN SINGINGI MENJADI PEMANDU ISOE 3

Ringkasan: Kuansing ( inmas ) Seprion, S.Ag, M.Pd, guru bahasa Arab dan Inggris MAN 1 Kuantan Singingi, juga koordinator Bahasa Internasional GTK Madrasah Berbagi Kementerian Agama RI kembali menjadi pemandu acara dalam International Symposium on Education ke 3 yang diadakan di MAN 2 Banyumas, 28-29 November 2...

Kuansing ( inmas ) Seprion, S.Ag, M.Pd, guru bahasa Arab dan Inggris MAN 1 Kuantan Singingi, juga koordinator Bahasa Internasional GTK Madrasah Berbagi Kementerian Agama RI kembali menjadi pemandu acara dalam International Symposium on Education ke 3 yang diadakan di MAN 2 Banyumas, 28-29 November 2022. Acara symposium ini sebenarnya online bagi guru-guru madrasah se Indonesia, tetapi pelaksana acaranya berkumpul di dua titik, yaitu MAN 2 Banyumas Jawa Tengah dan MAN 1 Bojonegoro Jawa Timur.


Kegiatan ISOE yang diinisiasi oleh GTK Madrasah Kementerian Agama RI ini sudah diadakan 3 kali. Kali pertama pada bulan November 2021, kali kedua pada bulan Mei 2022, dan saat ini kali ketiga pada bulan November 2022. Seperti biasa, Seprion kembali berperan sebagai pemandu khususnya bagi pembicara yang berbahasa Arab dan Inggris. 


Panitia ISOE 1 menggunakan zoom meeting untuk interaksi online bersama speaker dan peserta symposium. Pada ISOE 2 mengkombinasikan zoom meeting dengan penampilan metaverse. Sedangkan pada ISOE ke 3 ini sepenuhnya menggunakan ruangan metaverse madrasah, dan tidak lagi menggunakan zoom meeting. Di samping itu, guru-guru madrasah yang tidak tergabung di ruangan metaverse dapat mengakses kegiatan sepenuhnya dalam tayangan LIVE Youtube. 


Dr. Ainurrafiq, M.Ag, Kasubdit Bina GTK MI dan MTs, dalam sela-sela acara menyampaikan bahwa apa yang sedang dilakukan dalam kegiatan ISOE 3 ini adalah satu langkah dimulainya peradaban teknologi baru di bidang pendidikan. Di mana kita sudah melangkah ke dunia maya yang lebih real, menggunakan metaverse. Bagi guru madrasah yang belum bisa menikmati dunia metaverse dalam acara ISOE ini, tentu disebabkan karena belum adanya peralatan yang dibutuhkan dalam pengoperasiannya, seperti VR box untuk berinteraksi 3 dimensi bersama peserta lain di dalam ruangan. Karena sesungguhnya, lanjut beliau, dunia metaverse itu alatnya bukan laptop atau komputer, apalagi HP.


Ke depan, diharapkan guru-guru madrasah di Indonesia akan semakin familiar dengan dunia metaverse ini, sehingga pembelajaran jarak jauh dapat lebih efektif dan menarik, seakan-akan sedang berinteraksi secara langsung. (DE)