0 menit baca 0 %

Keutamaan ibadah di Masjidil Haram

Ringkasan: Makkah - Sesampainya jamaah haji di Makkah, seluruhnya berupaya secara maksimal menyelesaikan ibadah umrahnya. Ada 5 rukun umrah yg harus diselesaikan jamaah, yaitu: ihram (niat umrah), thawaf, sa'i, tahallul dan tartib. Hari - hari sesudah berumrah, seluruh jamaah berpacu beribadah di masjidil har...

Makkah - Sesampainya jamaah haji di Makkah, seluruhnya berupaya secara maksimal menyelesaikan ibadah umrahnya. Ada 5 rukun umrah yg harus diselesaikan jamaah, yaitu: ihram (niat umrah), thawaf, sa'i, tahallul dan tartib. 

Hari - hari sesudah berumrah, seluruh jamaah berpacu beribadah di masjidil haram. Apa yg menjadi pemikat jamaah untuk beribadah di masjidil haram tersebut?

1. Di masjidil haram ada ka'bah, rumah ibadah pertama yang dibangun Allah untuk manusia (QS. Ali imran (3). Ka'bah inilah yg menjadi kiblat shalat manusia. Kalaulah setiap shalat seluruh umat Islam berniat shalat menghadap kiblat (Ka'bah) maka jamaah yang hadir di masjidil haram dapat menghadap langsung ka'bah. Sehingga kekhusyu'an shalat akan lebih mudah dirasakan jamaah.

2. Sebagai tempat ibadah, masjidil haram memiliki keutamaan tertinggi. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Artinya: "Salat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama dari pada 1000 salat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Salat di Masjidil Haram lebih utama dari pada 100.000 salat di masjid lainnya".

Maka bagi jamaah yang sekali saja shalat di masjidil haram, sama nilainya dengan 100.000 kali shalat di masjid tempat tinggalnya.

3. Bagi jamaah yang berada di dalam masjidil haram, Allah menyediakan 120 rahmat untuk nya. 

Rasulullah SAW menyebutkan: “Sungguh Allah menurunkan pada setiap hari dan malam 120 rahmat di Baitullah ini. 60 rahmat untuk orang yang melakukan tawaf. 40 rahmat bagi orang yang mendirikan shalat, dan 20 rahmat bagi orang yang memandang ke arah Ka’bah.” HR Thabrani. Subhanallah,

ternyata Allah SWT tahu akan kemampuan hambanya, sehingga bagi mereka yang lemah sehingga tidak sanggup thawaf dan shalat dalam bilangan rakaat yang banyak, maka dengan melihat ka'bah saja sudah mendapat 20 rahmat.

4. Bagi jammah yang telah berada di masjidil haram dapat pula mengikuti kajian-kajian ilmu.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga” (HR. At Tirmidzi, Abu Daud).

Semoga beberapa kemuliaan yang terbentang di masjidil haram ini dapat diraih oleh seluruh jamaah haji tahun ini.

(Dr. Muhammad Fakhri: Pembimbing ibadah kloter 06 BTH)