Bantan (Inmas) - Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N) KUA
Kec. Bantan Khaironi,S.Pd.SD mengikuti Sosialisasi Adat istiadat Melayu Riau
bersama perangkat Desa di Desa Kembung luar Jumat, 10 November 2023
Sebagai nara sumber Ardi dan
Arifin dalam pemaparannya menyampaikan “Pekanbaru merupakan Ibukota Provinsi
Riau yang mempunyai luas wilayah 632,26 KM persegi. Kota Pekanbaru merupakan
simpul segitiga pertumbuhan ekonomi sekaligus pusat perkembangan seni dan
budaya Melayu. Dengan simpul segitiga strategis antara Indonesia, Singapura,
dan Malaysia, kota yang berdiri sejak 1784 ini tumbuh menjadi kota modern
sekaligus pusat perdagangan, jasa, pendidikan, dan pusat kebudayaan Melayu.
1. Corak Budaya Melayu Riau
Corak Budaya Melayu Riau
ditentukan oleh sifat, ciri, dan penampilan orang Melayu itu sendiri. Oleh
karena itu pembicaraan corak budaya itu tidak terlepas dari sifat, ciri, dan
penampilan orang Melayu itu sendiri. Salah satu sifat orang Melayu Riau adalah
pemalu. UU. Hamidy mengatakan “Orang Melayu Tradisional punya penampilan
pemalu. Malu dipandang sebagai harga diri, kalau malu sudah hilang hidup bisa
seperti binatang”.
2. Wujud Kebudayaan di Provinsi Riau
2.1. Rumah Adat khas Budaya Riau
Rumah adat daerah ini dinamakan Selaso Jatuh Kembar. Rumah ini merupakan tempat tinggal yang digunakan oleh para datuk atau pemangku adat. Rumah adat ini menjadi salah satu unsur kebudayaan Kepulauan Riau. Dengan eksen-eksen yang menghiasi rumah adat ini semuanya berhiaskan ukiran.
2.2. Pakaian Adat Menjadi Bukti Budaya Riau
Dengan adanya pakaian adat,
menunjukan bukti bahwa melayu Riau mempunyai kebudayaan yang maju. Karena
memiliki pakaian adat yang bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan. Untuk pria
menggunakan pakaian adat berupa baju Kurung Cekak Musang atau biasa disebut
dengan baju Kurung Belanga. Tampilan bentuk busana ini mirip dengan baju muslin
yang dipadukan dengan celana panjang yang longgar. Kemudian dilengkapi dengan
sarung dan kopyah. Sedangkan untuk wanita menggunakan gaun berupa baju Kurung
Kebaya Laboh.
2.3. Senjata Tradisional Riau
Senjata tradisional yang
terkenal di provinsi ini dinamakan pedang jenawi. Pedang ini biasanya digunakan
oleh panglima perang. Sedangkan para prajuritnya menggunakan klewang sebagai
senjatanya.
2.4. Tari Tandak Sebagai Tari Tradisional
Salah satu ciri khas
kebudayaan Riau yaitu pada tarian tradisionalnya. Tarian ini dinamakan tari
Tandak. Tarian ini biasa ditampilkan oleh seorang laki-laki dan beberapa
perempuan.
2.5. Alat musik Gambus
Riau adalah salah satu
wilayah yang strategis dan memiliki banyak budaya-budaya warisan kerajaan yang
pernah mendudukinya. Salah satu warisan seni budaya khas Riau tersebut yaitu alat musik gambus. Gambus
merupakan alat musik dengan menggunakan senar yang memiliki bentuk mirip
seperti gitar. Bedanya, lubang pada alat musik gambus ditutupi menggunakan
kulit kambing atau kulit ikan pari.
2.6. Bahasa Utama Daerah Riau
Provinsi Riau merupakan
daerah yang kaya akan kebudayaan yang lahir dari beragam suku bangsa. Bahasa
daerah yang digunakan dalam keseharian yaitu menggunakan Bahasa Melayu Riau.
Bahasa ini mirip dengan Bahasa Indonesia. Pemilihan Bahasa ini sebagai akar
Bahasa Indonesia yang sesuai dengan kebijakan pemerintah Hindia-Belanda”.
Tujuan sosialisasi ini adalah
mengenalkan kepada Masyarakat Kembung Luar, terutama perangkat Desa agar
nantinya mereka bisa mengerti tentang adat istiadat melayu Riau dan akan lebih
mudah apabila nanti ada yang bertanya tentang adat istiadat melayu Riau.
Hadir saat sosialisai tersebut
Kepala Desa Kembung Luar Jamaluddin, P3N KUA Kec. Bantan untuk Desa Kembung Luar
Khaironi, Ketua BPD , Staff Desa dan semua tokoh masyarakat Kembung Luar. (Timredaksikuakecbantan).