Dumai (Inmas) - Kelompok Kerja
Madrasah (KKM) MTsN 1 Kota Dumai sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi guru dan Kepala Madrasah Tsanawiyah se-Kota
Dumai.
Kegiatan berlangsung di dua
tempat yakni pada tanggal 18 Maret berlangsung di Ruang Pertemuan MTsN 1 Kota
Dumai dan tanggal 19 s.d 20 Maret bertempat di Aula MAN 1 Kota Dumai. Walaupun
kegiatan Bimtek kali ini dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, namun tidak
mengurangi semangat dari para peserta untuk terus menggali ilmu demi anak
bangsa dalam menerapkan kurikulum Merdeka nantinya. Pada Bimtek kali ini, KKM
MTsN 1 Kota Dumai mengundang beberapa orang guru dari MTs dan MI se-Kota Dumai
yang telah dipilih.
Kurikulum Merdeka sendiri adalah
kurikulum terbaru yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek dengan pionirnya
Nadiem Makarim sebagai solusi tentatif ketika menghadapi Covid 19. Adapun dari
beberapa peserta Bimtek kali ini mengambil kesimpulan bahwa metode pembelajaran
yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat sehingga memberikan kemudahan bagi
guru untuk mengajar sesuai kebutuhan dan karakteristik siswa dengan penguatan
Profil Pelajar Pancasila berdasarkan kondisi daerah masing-masing serta
bertujuan membentuk siswa dengan jiwa kompetensi dan karakter yang baik.
Pada hari pertama Bimtek panitia
pelaksana menghadirkan narasumber Widyaiswara dari Dinas Pendidikan Provinsi
Riau, Marwan, M.Pd dengan materi Karakteristik Kurikulum Merdeka, Struktur
Kurikulum Merdeka, Capaian Pembelajaran, TP dan ATP, serta P5PPRA. Kegiatan ini
dibuka dengan Kata Sambutan dari Kepala MTsN 1 Kota Dumai yaitu Sri Mayang
Mandra, S.Pd.
Pada hari kedua Bimtek
menghadirkan Narasumber dari Kemenag Kota Dumai yang dalam hal ini diwakili
oleh Kasubbag TU Kantor Kemenag Dumai yaitu Drs. H. Zulkifli. Dalam penyampainnya
ia mengatakan dengan adanya Kurikulum Merdeka ini diharapkan para guru mau
mengikuti perkembangan zaman yang telah diaplikasikan dalam Kurikulum Merdeka
ini. “Dengan adanya kurikulum ini, proses pembelajaran di Madrasah akan sama,
maka daripada itu Bapak Ibu dapat mengoptimalkan aplikasi-aplikasi dan
bimbingan pembelajaran yang ada nantinya,” ungkap beliau.
Turut hadir Kepala Bidang Pendidikan
Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau diwakili oleh Muhtar Aspari,
S.Pd.I, M.Pd. Ia menyampaikan dalam sambutannya bahwa guru harus berubah karena
kurikulum berubah dan memberikan solusi untuk guru juga berubah. “Dengan
pelaksanaan IKM melalui Bimtek diharapkan peserta dapat mengikuti dengan
maksimal karena mendatangkan pakarnya langsung dan sebagai penyusun serta
terima kasih atas semangat Bapak Ibu dalam mendidik siswa-siswi,” ucapnya.
Dilanjutkan dengan materi dari
Narasumber yaitu Kepala MAN 1 Malang yang tergabung dalam pencetus Kurikulum
Merdeka Dr. Sutirjo, S.Pd, M.Pd yang mengisi kegiatan 2 hari dari tanggal 19
dan 20 Maret 2023 dengan materi Penerapan KMA 347 tahun 2022 tentang pedoman
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah.
Pada hari ketiga beliau menjadi
Narasumber tunggal hingga acara berakhir. Diakhir materi yang ia sampaikan, ia juga
mengatakan tidak selalu dalam membangun semuanya dengan bermodal uang sehingga
pandai-pandailah dalam mengemas. “Yang penting kita ada kemauan dengan tidak
saling menyalahkan dan mau bertindak. Militansi terhadap madrasah sangatlah
penting untuk membangun madrasah itu sendiri,” tandasnya. (Syukron/Arief)