0 menit baca 0 %

KUA dan PAI Kuala Indragiri Kolaborasi dengan Puskesmas dan KB Dorong Penekanan Angka Stunting

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Upaya penanggulangan masalah stunting di Kecamatan Kuala Indragiri semakin diperkuat dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan instansi. Pada Rabu (3/12/2025), bertempat di Aula Kantor Camat Kuala Indragiri, telah diselenggarakan kegiatan koordinasi dan sosialisasi pencega...

Tembilahan (Kemenag) – Upaya penanggulangan masalah stunting di Kecamatan Kuala Indragiri semakin diperkuat dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan instansi. Pada Rabu (3/12/2025), bertempat di Aula Kantor Camat Kuala Indragiri, telah diselenggarakan kegiatan koordinasi dan sosialisasi pencegahan stunting yang berlangsung dari pukul 09.15 WIB hingga 11.30 WIB.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Camat Kuala Indragiri, Sayuti Kepala UPT Puskesmas Sapat, serta para Kader Stunting. Keterlibatan lintas sektor menunjukkan keseriusan pemerintah kecamatan dalam mengatasi masalah kekurangan gizi kronis pada balita ini.

Yang menjadi fokus perhatian adalah partisipasi aktif dari Kantor Urusan Agama (KUA). Muhammad Saat, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Kuala Indragiri, berkolaborasi dengan Balai Penyuluh KB Kecamatan Kuala Indragiri, turut serta mendorong penekanan angka stunting di wilayah tersebut. Keterlibatan PAI bertujuan mengintegrasikan pesan kesehatan dan gizi dengan nilai-nilai keagamaan dan sosial yang lebih mudah diterima masyarakat.

Muhammad Saat menjelaskan bahwa pencegahan stunting adalah isu kemanusiaan dan keagamaan yang memerlukan pendekatan holistik.

“Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah kualitas generasi masa depan umat. Sebagai Penyuluh Agama Islam, kami memiliki peran strategis untuk menyisipkan pesan pencegahan stunting ini dalam setiap ceramah dan bimbingan, khususnya saat bimbingan perkawinan dan majelis taklim,” ujar Muhammad Saat.

Ia menambahkan, “Kami berkolaborasi dengan Balai Penyuluh KB dan Puskesmas untuk memastikan bahwa edukasi tentang gizi seimbang, pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan kesehatan reproduksi dapat tersampaikan secara komprehensif. Menjaga kesehatan anak adalah bagian dari tanggung jawab agama dan upaya mewujudkan generasi yang unggul.”

Camat Kuala Indragiri, Sayuti mengapresiasi kolaborasi tersebut, berharap sinergi antara KUA, Puskesmas, dan KB ini dapat mempercepat penurunan prevalensi stunting di Kuala Indragiri.  (Ria)