Bathin Solapan (Inmas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bathin Solapan menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pra Nikah angkatan XXXV yang diadakan selama dua hari Rabu- Kamis , 09 Agustus 2023 s/d 10 Agustus 2023 dengan jumlah 15 pasang calon pengantin bertempat di Aula Kantor Desa Boncah Mahang Kecamatan Bathin Solapan.
Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Bathin Solapan H. Surianto, S. HI, dengan mengatakan kegiatan ini dilakukan agar calon pengantin memiliki bekal pengetahuan dan keahlian dalam membangun rumah tangganya agar tercipta keluarga yang harmonis, ketahanan keluarga, menghindari konflik pertengkaran suami istri dan perceraian. Untuk mewujudkan rumah tangga yang harmonis tidak hanya dilakukan oleh satu pihak saja melainkan kedua belah pihak agar saling melengkapi satu dengan lainnya. Salah satu indikator kebahagian rumah tangga adalah mendekatkan diri Kepada Allah SWT.
Surianto juga menambahkan pemicu keretakan rumah tangga itu diantaranya faktor finansial, kurangnya kemesraan antara suami dan istri serta adanya campur tangan pihak ketiga.
Konflik dan masalah dalam rumah tangga tidak pandang siapapun, semua orang pasti menemukan berbagai permasalahan. Dengan adanya masalah, maka setiap pasangan suami/istri harus menyelesaikannya agar tidak berlarut-larut. Kehadiran berbagai masalah dan konflik itulah yang juga menjadi pembuktian kedewasaan suatu hubungan. Untuk mempererat hubungan dalam rumah tangga usahakan untuk mengingat janji atau komitmen awal pernikahan dan sebaiknya selalu berusaha menjalin komunikasi dengan menanyakan kabar dan memberi perhatian kecil
dr. Widyana Lies Susanti, Dokter PTT Puskesmas Sebangar menyampaikan dan menjelaskan materi tentang kesiapan kesuburan kesehatan reproduksi, tanda-tanda kehamilan, suntik KB, infertilitas yakni gangguan kesuburan dimana istri tidak kunjung hamil setelah intens melakukan hubungan selama 1 tahun tampa alat kontrsepsi (masalah pada sistem reproduksi yang menyebabkan pasangan sulit memiliki keturunan), maka perlu melakukan pemeriksaan. Infertilitas dapat terjadi pada salah satu atau kedua pasangan. Suntik TT sangat berguna untuk kehamilan, untuk calon pengantin perempuan diharuskan untuk melakukan suntik ini.
Widyana juga menambahkan para calon pengantin yang akan menikah perlu melakukan persiapan pra nikah, diantaranya : pemeriksaan kesehatan, Skirining status imunisasi tetanus, pengukuran status gizi, persiapan gizi dan menjaga kesehatan organ reproduksi.
Pemeriksaan kesehatan pra nikah sebaiknya dilakukan 3 bulan sebelum dilangsungkannya pernikahan, jika ditemukan masalah kesehatan, catin akan mempunyai cukup waktuunuk menjalani pengobatan dan diharapkan sudah dalam kondisi optimal ketika melangsungkan pernikahan.
Wendi Siregar, S. IP sebagai pemateri dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) menjelaskan tentang penyiapan generasi yang berkualitas. Ciri – ciri generasi diantarnya : sehat, memiliki kemapuan bahasa, seni, kognitif, dan memiliki nilai agama.
Wendy juga menambahkan baby blues syndrom adalah gangguang kesehatan mental yang dialami wanita pasca melahirkan. Gangguan ini ditandai dengan munculnya perubahan suasana hati, sedih secara berlebihan. Umumnya gejala baby blues syndrom dapat memburuk pada hari ke 3-4 setelah melahirkan dan berlangsung selama 14 hari.
Kegiatan Bimwin ini di tutup oleh Kepala KUA Kecamatan Bathin Solapan diwakili oleh Penghulu KUA Bathin Solapan Masuri, S Ag, dengan menyampaikan kepada para catin ada tiga bekal yang dapat dijadikan landasan untuk membentuk sebuah keluarga yang sakinah mawaddaah warahmah yaitu, persiapan secara spiritual (ruhiyah), ilmu yang diperoleh dari buku bacaan atau konsultasi dan persiapan fisik (jasad).
Dengan adanya Bimwin ini diharapkan pasangan pengantin mempunyai bekal terbaik dalam mempersiapkan bahtera rumah tangga.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Kua Kecamatan Bathin Solapan, Penghulu KUA Kecamatan Bathin Solapan, narasumber dari puskesmas dan BKKBN serta Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bathin Solapan.