Mandau Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandau, Saim, S.Ag. M.Sh melaksanakan pembinaan Pusat Layanan Keluarga (Pusaka) Sakinah di kantor Desa Bathin Bertuah, Rabu 27 Juli 2022. Kegiatan dengan tema Belajar Rahasia Nikah (Berkah) Relasi Harmonis dan Keuangan Keluarga diikuti 30 peserta.
Tampak hadir dalam acara tersebut Ka. KUA Kecamatan Mandau Saim, S.Ag. M.Sh, Kepala Desa Bathin Betuah Prayetno, Ketua LPM Desa Bathin Betuah Fauzan, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandau dan Masyarakat yang berada di Desa Bathin Betuah.
Kepala KUA Kecamatan Mandau mengatakan kegiatan Pusaka Sakinah, bertujuan membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah, untuk menekan angka perceraian khususnya di Desa Bathin Betuah Kecamatan Mandau. Saim menjelaskan, setiap pasangan calon pengantin yang hendak menikah harus memiliki wawasan untuk mengarungi kehidupan berumah tangga serta mampu menghadapi permasalahan yang muncul dalam pernikahan.
Apabila terjadi sebuah masalah maka harus segera diselesaikan dengan baik dan kepala dingin sehingga tidak menjadi permasalahan panjang yang dapat menyebabkan perceraian dikemudian hari.
Kepala Desa Bathin Betuah Suprayetno dalam sambutannya menyampaikan bahwa beliau bersyukur karena setelah pelaksanaan kegiatan pusaka sakinah di Desa Harapan Baru yang dilaksanakan sebelumnya kini kegiatan Pusaka Sakinah selanjutnya dilaksanakan di Desa Bathin Betuah.
Melalui program ini dapat memberikan pengetahuan dan bekal terhadap masyarakat khusunya bagi mereka yang baru memulai kehidupan berumah tangga sehingga dapat mencegah terjadinya peningkatan perceraian.Bahwa dalam sebuah kehidupan berumah tangga itu pasti memiliki ujian yang berbeda-beda.
Hj. Nurlaili Lubis, S.Ag sebagai narasumber terbimtek juga menyampaikan penjelasan pentingnya mengatur keuangan dengan baik dan benar ketika sudah berkeluarga agar dapat terarah bersama sehingga apa yang diimpikan kedepannya dapat terwujud dengan baik.
Contohnya seperti menabung bersama untuk kehidupan masa depan kelak. Dalam aturan fitrahnya berumah tangga itu, keuangan harus dipikirkan karena itu yang menjadi salah satu pondasi dalam berumahtangga.
Kuncinya adalah rasa saling percaya, saling support dan juga selalu bersyukur. Karena kata cukup itu tidak akan pernah cukup. Manusia tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang telah didapatkannya," ungkapnya.
Nurlaili Lubis, menyampaikan landasi perkawinan itu dengan niat yang tulus ikhlas karena Allah SWT, agar kehidupan berkeluarga kelaknya menjadi berkah dan jaga keutuhan berumah tangga, setiap masalah dan ujian yang datang silih berganti dihadapi dengan kepala dingin dan hati yang tenang sehingga dapat bersama menemukan solusi yang baik, jangan lebih mengikuti ego diri sendiri sehingga dapat menjadi api yang akan membakar keutuhan sebuah hubungan , tutup beliau.
Pusaka Sakinahmerupakan salah satu program Kementerian Agama dengan memberdayakan KUA agar memberikan pelayanan yang tidak hanya pada permasalahan pernikahan, tetapi juga bisa membantu menyelesaikan permasalahan sampai ke akar persoalan untuk ketahanan keluarga dan berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mengurangi angka perceraian terutama di Desa Bathin Betuah Kecamatan Mandau.