Indragiri Hulu, (Inmas). Dalam satu tahun masehi, matahari singgah dua kali tepat di atas Ka bah. Hal ini merupakan pengetahuan yang sudah tua umurnya. Namun sepertinya masyarakat awam tidak banyak yang mengetahui. Dalam bahasa arab disebut sebagai peristiwa Istiwa A zham (Persinggahan Utama). Peristiwa ini juga disebut "rashdul qiblah".
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 28 Mei (atau 27 di tahun Kabisat) pukul 12:18 waktu Mekah dan 16 Juli (atau 15 di tahun Kabisat) pukul 12:27. Artinya, semua orang yang bisa melihat matahari pada saat itu dan menghadapkan wajahnya ke sana telah menghadapkan wajahnya ke Kiblat. Atau jika kita melihat bayangan benda yang tegak lurus di atas tanah, maka bayangan tersebut akan membentuk garis membelakangi arah Kiblat.
Di Indonesia, waktu kejadian tersebut adalah 28 Mei jam 16:18 WIB dan 16 Juli jam 16:27 WIB. Jadi, bagi yang ingin mengecek atau melihat benar tidaknya arah kiblat yang digunakan selama ini silakan keluar pada waktu tersebut dan lihat matahari (atau bayangannya).
Demikian disampaikan Abdurrahman, S.Ag (urut dua dari sisi kiri pada gambar) selaku Penghulu Muda/Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Kelayang, usai melaksanakan pengukuran arah Kiblat untuk Mushalla yang akan di bangun yaitu Mushalla Nurul Islam, Desa Bongkal Malang Kecamatan Kelayang. Pengukuran arah Kiblat tersebut dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 16 Juli 2020 disaksikan Kepala Desa dan Perangkat Desa.(tulang)
KUA KELAYANG UKUR ARAH KIBLAT DENGAN WAKTU ISTIWA
Ringkasan:
Indragiri Hulu, (Inmas). Dalam satu tahun masehi, matahari singgah dua kali tepat di atas Ka bah. Hal ini merupakan pengetahuan yang sudah tua umurnya. Namun sepertinya masyarakat awam tidak banyak yang mengetahui. Dalam bahasa arab disebut sebagai peristiwa Istiwa A zham (Persinggahan Utama).