Kuansing (Inmas) Lantunan suara adzan berkumandang lantang dari sebuah pengeras suara di Kantor Urusan Agama Kecamatan Kuantan Mudik. Dari bunyinya, terdengar jelas suara anak-anak. Gema suara indah anak-anak itu memecah suasana pagi yang teduh di KUA Kec. Kuantan Mudik.
Dalam suasana ajang Pekan Olah Raga dan Seni antar Diniyah (PORSADIN) tingkat Madrasah Diniyah Ta'miliyah Awaliyah (MDTA) se-Kecamatan Kuantan Mudik ini, panitia pelaksana menggelar lomba adzan. Lomba adzan berlangsung di Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kuantan Mudik, Selasa (12/12/2023). Peserta lomba berjumlah 18 orang santri.
Dalam kesempatan acara pembukaan lomba adzan tersebut turut hadir dan membuka secara langsung Kepala Kantor Urusan Agama Kec. Kuantan Mudik, Arisman Arianto, S.Sos.I., dewan juri, santri peserta lomba, para guru, dan wali murid. Pendra Gusnadi, S.Pd., sebagai dewan juri didampingi Ustadz Riyon Hartono, S.Pd.I., (URH) memandu acara pembukaan.
Awal pembukaan Arisman memberikan motivasi kepada para santri dengan menceritakan sebuah kisah Imam Besar Masjidil Haram, Prof. Dr. Syekh Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Muhammad As-Sudais atau lebih dikenal dengan Abdurrahman As-Sudais. "Pada masa kecilnya As-Sudais kecil terbilang sangat bandel. Sampai-sampai suatu ketika ibunya berkata, semoga engkau menjadi Imam Besar Masjidil Haram, anakku," kisah Arisman.
"Akhirnya As-Sudais menjadi Imam Besar Masjidil Haram berkat doa baik seorang Ibu. Bapak berharap semoga santri yang mengikuti lomba adzan kali ini menjadi generasi yang berprestasi. Kemudian bagi pemenang lomba adzan ini akan kita utus untuk mengikuti lomba adzan tingkat MDTA di Kab. Kuantan Singingi dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-78 nantinya." tambah Arisman. (YZG)