Riau (Inmas) - Bertempat
di Hotel Premier Pekanbaru, (26/9/22), Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji
dan Umrah Kementerian Agama RI Prof. Hilman Latif, MA Ph D didampingi Kepala
Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA menjadi
narasumber pada kegiatan Sosialisasi Kebijakan Penyelenggaraan Ibadah Haji dan
Umrah Tahun 1444 H/2023 M.
Kegiatan yang diikuti
60 orang peserta dari Kepala Kantor dan Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian
Agama Kab/Kota Se- Riau, KBIHU dan Travel Haji dan Umrah tersebut juga dihadiri
Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang di lingkungan Kanwil Kemenag Riau serta
undangan lainnya.
Dalam kesempatan
tersebut Dirjen Haji mengatakan kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan ibadah
haji saat ini belum bisa dirumuskan, karena yang dilakukan saat ini adalah
mitigasi untuk tahun depan.
“saat ini sedang dilakukan mitigasi untuk haji tahun depan, mulai pricing system nya, kemudian health nya/ kesehatan, system penerbangan, perizinan dan regulasi. Ini kan masih tahun depan dan biasanya kita itu ada komunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi khususnya untuk Kementerian Haji dan Umrah termasuk juga akan dibicarakan Ta’limatul Haj nya”.
Lebih lanjut Hilman
mengatakan Kementerian Agama RI masih harus mengintensifkan koordinasi dengan
Kementerian lainnya terkait perkembangan terbaru situasi saat ini. Seperti Vaksin
Miningitis.
“terdapat dibeberapa
daerah vaksin meningitis ini sulit didapat, akan tetapi regulasinya masih
mewajibkan, sementara Saudi Arabia tidak mewajibkan, ini harus di kompromikan
karena kita tidak bisa melanggar suatu peraturan dengan peraturan yang lain dan
harus ada komunikasinya”.
Sementara itu Ka.
Kanwil Kemenag Riau dalam laporannya menyampaikan Provinsi Riau dalam
penyelenggaraan Haji tahun 1443 H/2022 M merupakan bagian dari Embarkasi Haji
Batam bersama 4 Provinsi lainnya yakni Kepulauan Riau, Jambi dan Kalimantan
Barat.
“Jambi dan Riau sudah merupakan
embarkasi haji antara, dan Riau pada tahun 2019 ,erupakan tahun pertama
memberangkatkan Jamaah haji melalui embarkasi haji antara Prov. Riau dan tahun
ini adalah yang kedua setelah dua tahun tidak memberangkatkan jamaah haji”.
Jemaah yang
diberangkatkan pada tahun 2022 berjumlah 2.312 orang dan kembali kembali
sebanyak 2.309 orang, terdapat 3 orang meninggal di Arab Saudi.
“kalau posisi kuota
normal, Provinsi Riau itu jamaah terbanyak dari Kalimantan Barat, Jambi dan
Kepri yang berjumlah diatas 5.000 orang. Dalam kondisi normal Riau
memberangkatkan 5.060 jamaahnya setiap musim haji”.
Kedepan Mahyudin
berharap, dengan sosialisasi yang dilakukan oleh Direktur Jenderal
Penyelenggaraan Haji dan Umrah ini dapat memberikan informasi terbaru sangat
penting untuk ditindak lanjuti pada musim haji Tahun 2023 dalam rangka
memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji dan jamaah umrah di Provinsi
Riau pada masa yang akan datang.