Rokan Hilir (Inmas) - Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Bangko Junaidi Dasrul,S.AP, menekankan pentingnya peran perempuan dalam kesuksesan konsep moderasi beragama. Junaidi mengatakan, perempuan sebagai aktor signifikan dalam konteks memenangi kontestasi pandangan agama. Ia percaya perempuan mampu menjalankan multi-perannya sebagai pribadi, istri, ibu, dan penggerak masyarakat dalam pelaksanaan moderasi beragama.
Pernyataan itu disampaikannya dalam kajian pada Majelis Ta'lim binaannya, MT PRA Bagan Jawa, dengan tema kajian ” Peran Perempuan Dalam Moderasi Beragama", Rabu (7/12/2022) di Kepenghuluan Bagan Jawa Kecamatan Bangko.
“Konsep moderasi beragama adalah keberagamaan dalam keberagaman Indonesia,” ungkap Junaidi yang juga bertugas sebagai guru Pendidikan Pancasila dan Guru Agama di salah satu SMP Negeri ini.
Dalam konteks sosial politik, Junaidi melihat adanya ketegangan antara dua praktik beragama di Indonesia yaitu Islam eksklusif dan Islam inklusif. Meskipun menurutnya, isu ekslusivisme beragama bukan hanya isu islam dan Indonesia saja. Itu merupakan juga isu global. Ekstremisme dan eksklusivisme beragama ada di semua agama di seluruh dunia.
“Moderasi beragama layaknya rumah yang beratapkan kemaslahatan dan semangat wathoniyah, berfondasi prinsip adil dan berimbang dan berpilar pada komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kerasan, dan penerimaan terhadap tradisi,” tambah Junaidi. (AjdSyaheed)