0 menit baca 0 %

MAN 2 Kuansing Kembangkan Jiwa Kewirausahaan Peserta Didik

Ringkasan: Kuansing (Inmas),  Jumat 28 Agustus 2020 kembali di laksanakan proses belajar mengajar ilmu Riset atau penelitian bagi siswa siswi MAN 2 Kuansing. Riset ini sendiri merupakan salah satu mata pelajaran muatan local yang di sajikan kepada murid kelas X dan XI yang di bimbing langsung oleh Mardianto,...

Kuansing (Inmas),  Jumat 28 Agustus 2020 kembali di laksanakan proses belajar mengajar ilmu Riset atau penelitian bagi siswa siswi MAN 2 Kuansing. Riset ini sendiri merupakan salah satu mata pelajaran muatan local yang di sajikan kepada murid kelas X dan XI yang di bimbing langsung oleh Mardianto, ST dan guru Ekonomi Tiffani, M.Pd.

Pembelajaran Riset ini sendiri di sajikan kepada siswa siswi yang memilih sebagai muatan local mereka, materi pembelajaran ini di jelaskan pada E learning/Website MAN 2 Kuansing itu sendiri. Adapun pembimbing menerapkan tentang penelitian dan peninjaun serta pengembangan kewirausahaan bagi siswa siswi dalam membudidayakan lingkungan setempat.

Hasil penelitian dari siswa siswi atas nama Ami Arimbi, Fadli Arraihan, dan Novia Oktari mereka mampu mengembangkan ke wirausahaan dalam menciptakan telor asin. Mereka mampu mengembangkan dan memproduksi lebih kurang 30 telor asin bebek/itik setiap minggunya. Telor ini di hasilkan dari itik ternak yang di pelihara oleh orang tua mereka di rumah.

Adapun hasil dan proses pembuatan telor asin itu sendiri mereka dapatkan dari pembelajaran riset yang di sajikan di MAN 2 Kuansing. Hanya bermodalkan telor itik, garam, tanah dan abu sekam. Proses ini memerlukan waktu lebih kurang satu minggu, dan sekarang mereka sudah terbiasa dalam memprosesnya.

Drs. Zulkifli, M.Pd selaku kepala Madrasah juga sudah mencicipi hasil dari pengembangan kewirausahaan ini, ia menyampaikan, "Hal yang sangat positif di lakukan siswa-siswi dirumah, di masa pandemic covid19 ini mereka sudah mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan yang memanfaatkan lingkungan dan bisa membantu perekonomian orang tua juga". Di akui oleh guru pembimbing riset juga, sekarang telor asin tersebut sudah ada yang memesan setiap harinya dan kegiatan ini tanpa membebani waktu belajar mengajar siswa siswi secara daring. (DA)