0 menit baca 0 %

MAN 4: Satu-satunya Madrasah Juara Samsung Innovation Campus Batch 4!

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas). Sembilan bulan lebih kurang proses perjalanan dilalui dalam usaha yang tidak pernah luntur, Febrita Syafitri, Guru Matematika dari MAN 4 Kota Pekanbaru berhasil bawa empat orang siswa MAN 4 menjadi juara dua kompetisi Samsung Innovation Campus Batch 4.

Pekanbaru (Inmas). Sembilan bulan lebih kurang proses perjalanan dilalui dalam usaha yang tidak pernah luntur, Febrita Syafitri, Guru Matematika dari MAN 4 Kota Pekanbaru berhasil bawa empat orang siswa MAN 4 menjadi juara dua kompetisi Samsung Innovation Campus Batch 4.

Sejak awal mendaftar mengikuti pelatihan coding, belasan siswa MAN 4 diikutsertakan, dan berhasil meloloskan 12 siswa dalam tiga tim untuk melaju pada kompetisi Samsung Innovation Campus Batch 4 hingga menyisakan satu tim yakni NEXUS4G sebagai tim yang bertahan hingga akhir dan dinobatkan sebagai juara.

Keempat siswa tersebut, Zulfika Madinatul Ilmi, Zahra Ramadani, Jingga Marsa, Aji Royahya, berasal dari kelas yang berbeda menjadi satu tim dan berhasil membangun ide luarbiasa yaitu Nextoilet. Membangun inovasi yang membantu lansia dalam kecelakaan kamar mandi lewat deteksi dan mencegah kecelakaan lewat alat pengering otomatis.

"Setelah melalui perjuangan berbulan-bulan yang tentunya bermacam-macam rintangan dilalui, Alhamdulillah Tim M4C, NEXUS4G berhasil mencapai perolehan yang luar biasa, sebagai juara dua pada Samsung Innovation Campus Batch 4. Dan menjadi satu-satunya Madrasah Aliyah yang menjadi juara. Kami sangat bangga pada anak-anak kami serta usaha yang luar biasa baik dari anak-anak dan guru pembimbing." Agus Salim Tanjung juga menyampaikan bahwa sekali lagi MAN 4 Kota Pekanbaru unjuk eksistensinya menjadi madrasah hebat lewat prestasi-prestasi dan ikhtiar yang dilakukan baik guru maupun siswa. MAN 4 bukan sekadar madrasah biasa, tetapi menjadi madrasah yang hebat dengan usaha-usaha yang konsisten dilakukan.

Febrita Syafitri, selaku guru pembimbing menyatakan sembilan bulan perjuangan mengandung dan akhirnya melahirkan juara dilalui penuh dengan tangis dan emosional. Keempat anak tentunya memiliki potensial, namun tentunya butuh perjuangan yang luar biasa. "Sangat bersyukur, bahagia, dan tidak pernah menyangka bahwa kami akan keluar menjadi juara." tuturnya. MAN 4 baru pertama kalinya mencoba menjajaki bidang robotik yang di mana anak-anak bahkan tidak memiliki basic di bidang tersebut.

Zahra mewakili tim juga menyatakan rasa syukurnya, kerja keras dan usaha yang dilakukan tidak sia-sia dan mendapatkan hasil yang luar biasa.<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_231023_114431_201.sdocx-->