Pekanbaru. Dalam rangkaian Perayaan Harlah MAN 4 Kota Pekanbaru ke-5 tahun 2023 ini, kegiatan bertajuk Webinar Pengarusutamaan Nilai-Nilai Moderasi Beragama Menangkal Paham Radikalisme Guru Madrasah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Menyongsong Tahun Kerukunan Umat Beragama Tahun 2023, diselenggarakan MAN 4 Kota Pekanbaru, Senin (30/10). Dengan partisipan yang merupakan Guru Madrasah se-Riau dan Guru-guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Nahdlatul Ulama. Webinar dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom dan peserta yang berjumlah kurang lebih 500 peserta.
Webinar ini bertujuan untuk memperkuat komitmen guru madrasah untuk mewujudkan karakter siswa dalam moderasi beragama, yang memenuhi 4 (empat) indicator, yakni nilai komitmen kebangsaan, anti kekerasan dan toleransi, dan adaptif terhadap kebudayaan lokal. Menghadirkan pemateri-pemateri dari tokoh ternama se-Indonesia.
Kepala MAN 4 Kota Pekanbaru, Agus Salim Tanjung selaku tuan rumah acara mengawali acara dengan sambutan. Sambutan sekaligus pengarahan juga disampaikan oleh Syahrul Mauludi, Kakan Kemenag Kota Pekanbaru sekaligus membuka kegiatan Webinar secara resmi pagi itu.
Webinar diisi oleh beberapa pemateri, yakni materi dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Republik Indonesia diwakilo oleh Direktur Pencegahan (BNPT) yakni Brigjen Pol R. Ahmad, materi dari Pegiat Toleransi dan Ketua PW GP Ansor Riau yakni H. Purwaji, S.sos, Komisioner KPAI dan Sekjen PP Persatuan Guru Nahdlatul Ulama yakni Dr. Aris Adi Laksono, M. Pd., dan Kabid Penmad Kanwil Kemenag Prov. Riau yakni Dr. H. Muliardi, M. Pd.
Dalam salah satu penyampaian materi, Aris Adi menyampaikan bahwa persentase toleransi beragama dalam 5 tahun terakhir mencapai 55,2?lam kategori buruk dan 32,4?lam kategori baik, artinya masih banyak intoleran di masyarakat Indonesia. "Moderasi beragama bukanlah upaya memoderasi beragama, melainkan memoderasi pemahaman dan pengalaman kita dalam beragama." timpalnya."