0 menit baca 0 %

Menag : Selesaikan Isu Layanan Publik & Fraud, Tinggalkan cara Kerja Konvensional

Ringkasan: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA bersama Ka. Kanwil Kemenag, Pimpinan Perguruan Tinggi se Indonesia, Pejabat Eselon I, Eselon II dan Eselon III di Lingkungan Kementerian Agama menghadiri secara offline Pembukaan Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Tahun 2022,...

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA bersama Ka. Kanwil Kemenag, Pimpinan Perguruan Tinggi se Indonesia, Pejabat Eselon I, Eselon II dan Eselon III di Lingkungan Kementerian Agama menghadiri secara offline Pembukaan Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Tahun 2022, Senin Malam (21/11/22) bertempat di Hotel Novotel Mangga Dua Ancol Jakarta. 

Kegiatan yang ditaja oleh Itjen Kementerian Agama tersebut dibuka langsung oleh Menteri Agama RI H. Yaqut Cholil Qoumas. 

Dalam arahannya Menteri Agama mengaku ada dua hal yang menjadi perhatiannya dalam memimpin Kemenag, yaitu: peningkatan kualitas layanan publik serta mencegah kecurangan atau fraud dalam pengadaan.

“Dua hal ini ditekankan betul oleh Presiden. Saya minta kepada seluruh jajaran Kemenag, untuk melakukan introspeksi atas dua hal ini, Saya harap ke depan, kita bukan menjadi bagian dari masalah yang ada di Kementerian Agama, tetapi harus menjadi bagian dari solusi atas setiap permasalahan yang ada di Kementerian Agama”. 

Secara khusus, Menag Yaqut meminta Irjen, untuk mengawal hal ini. Setiap arahan yang diberikan, agar dicatat, dikawal, dan dipastikan dilaksakan seluruh aparatur di Kementerian Agama.

“Saya merasa bahwa ketidakoptimalan kita dalam menjawab keluhan di masyarakat itu karena kita masih bekerja dengan cara konvensional dan belum terbiasa dengan kerja yang berbasis digital. Padahal eranya sekarang sudah terdigitalisasi semua. Orang sekarang sudah terbiasa dengan cara-cara digital,”

Gus Men, juga mengingatkan Itjen Kemenag tidak lagi bekerja secara konvensional. Menurutnya, pengawasan harus juga dapat dilakukan secara online dan digital, sehingga mudah dan cepat.

“Saya minta Pak Irjen untuk mengubah orientasi Inspektorat, dari penindakan ke pendampingan dan pengawasan. Jadi, mulai dari perencanaan proses hingga pelaksanaan kegiatan, didampingi. Jangan di akhir kegiatan dicari-cari kesalahannya. Saya tidak mau ini terjadi lagi,” pesan Gus Men.

“Jika sudah didampingi, masih ada saja Satker yang seenaknya, diingatkan dan lakukan evaluasi. Kalau masih kepala batu, carikan tempat yang ringan tanggungjawabnya,” kata Gus Men.

Bertujuan untuk menetapkan kerangka kerja pengawasan dengan konsep baru sesuai arahan Menteri Agama RI, kegiatan yang diikuti Ka. Kan Kemenag Kab/Kota, Kepala Madrasah Negeri, Kepala KUA Kecamatan dan ASN Kementerian Agama lainnya di seluruh Indonesia. berlangsung selama tiga hari. Kegiatan tersebut juga diikuti secara daring baik zoom meeting maupun youtube Itjen Kementerian Agama.

Dengan tema “Transformasi Pengawasan Inspektorat Jenderal Menjadi Organisasi yang Adaptif dan Agile”, Itjen Kemenag berharap dengan transformasi pengawasan memberikan perbaikan pada tata kelola Kemenag