Riau (humas) - Merebaknya wabah Covid-19 sebagaimana kita alami saat ini memang memberikan tantangan tersendiri. Tidak hanya bagi pengurus rumah ibadah maupun bagi para pendidik di semua jenjang. Kemampuan serta kecepatan untuk beradaptasi dengan keadaan yang baru menjadi kunci keberhasilan proses pembelajaran di masa pandemi. Untuk itu kemampuan guru dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang tepat serta bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan pembelajar akan sangat menentukan tercapainya tujuan pembelajaran. Sehingga peningkatan kompetensi guru dalam berbagai aspek menjadi sebuah keniscayaan. Hal ini disampaikan Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA kepada humas usai membuka Kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Katolik se-Kota Dumai, Jumat (03/07).
Mahyudin menyebut kemampuan guru untuk menyampaikan materi pelajaran secara daring (online) menjadi syarat mutlak terselenggaranya proses pembelajaran di berbagai jenjang. Kemampuan guru dalam mengoperasikan perangkat komputer serta menggunakan aplikasi yang sesuai untuk menyampaikan materi kepada peserta didiknya, perlu terus ditingkatkan agar guru tetap dapat mengabdi dalam berbagai kondisi.Â
Sebut saja bagaimana trik dan teknik dalam mengelola kelas maya (virtual). Kendati tak bisa dipungkiri memang memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan kegiatan pembelajaran seara tatap muka. Hal-hal teknis seperti ini perlu diperhatikan oleh guru sebelum memulai kegiatan pembelajaran sambungnya.
“Bahkan aplikasi untuk menampilkan bahan ajar serta koneksi internet siswa dan guru harus terlebih dahulu dipastikan dapat berjalan baik sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.”katanya.
Selain memperhatikan hal-hal teknis, kesiapan peserta didik untuk berinteraksi secara virtual juga menjadi tantangan bagi para guru dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh, lanjut bapak dua putera ini.Â
Kenyataan menunjukkan, tidak seluruh siswa benar-benar siap untuk melaksanakan pembelajaran secara tepat waktu sebagaimana yang telah dijadwalkan. Beragam permasalahan mereka hadapi saat hendak mengikuti kegiatan pembelajaran.
Mulai dari terkendalanya akses jaringan, ketiadaan perangkat, sampai dengan belum maksimalnya partisipasi dan dukungan dari para orangtua menjadi kendala yang tidak mudah untuk dihadapi.
Di sisi lain, seorang guru perlu menentukan materi esensi yang akan disampaikan pada saat pembelajaran.Â
“Ini bakal menjadi tugas yang tidak mudah untuk dilaksanakan, pembelajaran secara online bagaimanapun memiliki keterbatasan sehingga guru harus benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut secara efektif dan efisien.” Imbuhnya.
Bagaimanapun menurut Mahyudin hari ini dengan kondisi wabah pandemic, guru perlu menguasai IT. Bukan hanya terpaku pada kompetensi memilih dan memilah materi esensi apa saja yang perlu disampaikan kepada siswanya, pada masa prihatin seperti sekarang ini.
Dengan kata lain, guru juga dituntut untuk lebih bijak dan cermat dalam menentukan muatan-muatan pelajaran yang bermakna bagi siswa melalui media daring. “Ada aplikasi Zoom, youtube, atau media teknologi lainnya sebagai pendukung proses PBM," tegasnya.
Selain itu menurutnya kesiapan orangtua dalam mendukung terselenggaranya kegiatan pembelajaran jarak jauh juga hendaknya menjadi perhatian para guru. Guru diharapkan dapat memberikan bimbingan dan arahan secara maksimal kepada orangtua agar anak benar-benar memanfaatkan gawai yang digunakannya untuk keperluan pembelajaran.Â
Dalam arti pengawasan dari para orangtua memegang peranan penting dalam penyelenggaraan PBM online agar tidak salah arah. Dalam hal ini literasi digital bagi siswa dan orangtua hendaknya menjadi perhatian para guru.
Di Riau sendiri, pihaknya mengaku sejumlah madrasah tengah mempersiapkan sejumlah alternative strategi pembelajaran. Mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi oleh guru di masa pandemi ini, senantiasa meningkatkan kompetensinya perlu terus dilakukan.Â
Yang pasti, sekolah atau pun memiliki tanggungjawab moral yang besar dalam meningkatkan kemampuan para guru agar mampu beradaptasi dalam berbagai kondisi. “Ini berlaku untuk seluruh lembaga pendidikan tidak hanya madrasah, namun juga sekolah agama lain seperti Katolik, Hindu, Kristen dan Buddha,” jelasnya.
“Kegiatan pembelajaran daring tidak akan berjalan secara efektif apabila dilakukan secara sporadis dan tanpa perencanaan secara matang. Oleh karenanya, ketidakhadiran peserta didik di kelas hendaknya benar-benar dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk terus meningkatkan kemampuan para guru baik dalam IT ataupun kompetensi wawasan,” sebutnya.
Selain itu guru perlu mencoba serta mengembangkan aplikasi terbaru yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam upaya tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Bersyukur saat ini cukup banyak sarana yang dapat digunakan oleh guru untuk mningkatkan kemampuannya dalam hal teknis.” ujarnya. Berbagai lembaga maupun komunitas sangat aktif dalam menyelenggarakan kegiatan ugrading secara daring yang dapat diikuti oleh guru-guru di seluruh pelosok tanah air.
Narasumber yang dihadirkan pun adalah mereka yang memang kompeten di bidangnya masing-masing sehingga sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.Â
Adapun tanggungjawab sekolah adalah memberikan dukungan sarana ataupun materi kepada para guru yang tengah berupaya untuk meningkatkan kompetensinya tersebut. Menyiapkan perangkat komputer dengan akses internet yang memadai perlu dilakukan oleh pihak sekolah agar guru dapat terus menuntut ilmu.
“Apalagi saat ini polanya juga sudah akan berubah, seperti jamnya pun sudah dikurangi, yang biasanya PBM berlangsung sampai jam 3 atau jam 4 petang,, sekarang hanya sampai jam 2 siang,” Ungkap Mahyudin.
Tentu saja dengan menerapkan alternative pembelajaran yang diberikan. “Kalau beberapa bulan ini terfokus dengan tugas tugas saja, sekarang guru diberikan kesempatan untuk memilih variasi dalam bahan ajar ataupun metodenya,”, tutur Kakanwil.
Untuk itu, Mahyudin mengingatkan para guru khususnya Katolik melakukan inovasi sendiri dengan cara yang lebih menyenangkan siswa. “Jika diberikan tugas melulu, anak-anak terutama orangtua juga akan terbebani, makanya penting bagi guru meningkatkan kualitas dan inovasi dan kreasi untuk meciptakan PBM virtual yang menyenangkan ,” tukasnya.(vera)