Riau - Untuk mengakomodir niatan dan keinginan dari Penyuluh yang rindu bertemu dalam satu moment bersama yang mana sejak 4 tahun terahir pembinaan hanya dilaksanakan di masing masing Kabupaten/Kota, Pembimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau mengadakan Pertemuan dan Pembinaan Penyuluh Agama Kristen.
Sebanyak 85 (delapan puluh) orang terdiri dari Penyuluh PNS, Penyuluh PPPK dan Penyuluh Non PNS hadir di hotel Ameera jalan Ahmad Yani Pekanbaru mewakili 186 Orang Penyuluh Agama Kristen di Provinsi Riau.
Pertemuan dan Pembinaan Penyuluh Agama Kristen yang diselenggarakan hari Rabu-Kamis, 18-19 Oktober 2023 diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin mewakili penyuluh Pekanbaru yaitu Liston Sihombing sebagai MC, mewakili dari Penyuluh Rokan Hilir Paulus Manalu sebagai Pemusik dan Pdt. Jhon Sadar Sitopu, S.Th, Pendeta GKPS Pekanbaru membawa kotbah. Dalam firmannya, Pdt.Jhon mengingatkan agar kiranya dalam berpelayanan sebagai Penyuluh senantiasa tetap berpegang teguh pada apa yang menjadi komitmen dimana kita semua telah dipilih menjadi rekan sekerja Allah.
Ada beberapa tipe menjadi tren pelayan Tuhan sekarang ini, yang sebut dgn tipe ‘ar’, diantaranya adalah tipe Nyasar, tipe Bayar, tipe Gusar, tipe Wajar dan tipe Sadar, dengan 5 dimaksud pengkotbah mengajak peserta untuk mengoreksi diri masing masing, apakah tipe yang dilakukan saat ini sudah merupakan Penyuluh yang menjadi rekan sekerja Allah. Ibadah pembukaan berjalan dengan baik dan penuh Hikmat.
Usai ibadah pembukaan, pertemuan dan pembinaan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau yang diwakili Pembimbing Masyarakat Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Armin Antoni Silaban dan didampingi oleh Penyelenggara Kristen Kabupaten/ Kota se Prov. Riau. Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, juga laporan dari ketua Panitia, Eronika serta dilanjut dengan arahan dari Pembimas Kristen.
Dalam sambutannya Pembimas Kristen yang ‘biasa disapa AAS’ menghimbau agar pertemuan yang digagas, diminta dan dibiayai dari dan oleh Penyuluh sendiri kiranya dapat menjadi moment bersilaturahmi, saling mengenal antara sesama Penyuluh, meningkatkan soliditas dab sinergitas dengan Bimas Kristen. AAS juga mengajak Penyuluh untuk benar benar memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan karena dalam melaksanakan tugas sebagai Penyuluh Agama harus mempersiapkan diri sebaik baiknya agar memiliki skill yang memadai baik bidang Agama, juga dalam hal membangun kehidupan Masyarakat serta tentunya harus memiliki Iman dan Ketaqwaan juga berbudi pekerti luhur karena Performance sangat penting untuk Penyuluh Agama sambungnya.
“Selain itu Penyuluh Agama dituntut untuk aktif, kreatif dan inovatif dan mampu menciptakan situasi yang mengikuti jaman baik dalam hal pelaksanan penyuluhan juga pelaporannya. Saya minta para Penyuluh agar bisa mengakses dan menguasai informasi dan melek teknologi “ pintanya. Pembimas pun berpesan, jangan lupa akan tugas Penyuluh Agama Kristen yakni memberikan edukasi, informatif, dan harus punya wawasan dan kiranya Penyuluh jangan berorientasi hanya pada honor yang mungkin belum cukup memadai, tapi harus tetap berjuang dan semangat dengan tugas mulia ini, yakinlah Kami akan terus memperjuangkan status Penyuluh ini, agar nantinya secara bertahap dan berproses akan diangkat menjadi PPPK “sambungnya.
Selain itu, Pembimas Kristen juga berpesan dan mengajak Penyuluh Non PNS yang juga sekaligus mengemban tugas mengajar sebagai guru Pendidikan Agama Kristen di Sekolah agar kiranya tetap pada barisan yang sama dalam hal berpelayanan kepada Tuhan dan juga umat dengan mendukung program kerja Bimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi