BENGKALIS (Inmas) - Kementerian
Agama Republik Indonesia melalui proyek Realizing Education’s Promise: Support
to Indonesia’s Ministry of Religious Affairs for Improved Quality of Education
(Madrasah Education Quality Reform) REP-MEQR kembali mengadakan Asesmen
Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) pada tahun 2023 di mulai pada tanggal 16
Januari 2023 lalu.
AKMI merupakan salah satu
program Kementerian agama yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pengelolaan
dan layanan pendidikan madrasah dalam binaan Kementerian Agama. Dengan
diadakannya program ini, madrasah diharapkan dapat melakukan perbaikan di dalam
proses pembelajaran serta menerapkan pembelajaran berbasis literasi dalam
setiap aspek pendidikan.
AKMI terdiri dari dua
kegiatan yaitu assessment untuk peserta didik dan Bimtek Tindak Lanjut Hasil
AKMI untuk para guru. Pada kegiatan Bimtek Tindak Lanjut AKMI, guru-guru
madrasah diberikan kesempatan untuk menjadi instruktur, baik instruktur daring
maupun instruktur visitasi.
Pada kesempatan ini, dua
orang guru MTsN 1 Bengkalis Fenni Marriza, S.Pd., dan Fadilah Raskasih S.H.,
M.H. terpilih menjadi instruktur visitasi AKMI tahun 2023.
Untuk menjadi instruktur,
ada beberapa tahapan yang harus dilewati diantaranya seleksi administrasi, tes
pengetahuan, psikotes, dan Bimtek calon instruktur.
Setelah ditetapkan menjadi
instruktur visitasi, Fadilah dan Fenni ditugaskan visit ke beberapa madrasah
yang berada di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kampar. Tujuan dari visitasi
tersebut adalah memonitoring keterlaksanaan tindak lanjut hasil AKMI di
madrasah-madrasah sasaran.
"Saya sangat bersyukur
diberi kesempatan menjadi bagian dari AKMI. Dengan melakukan visitasi, saya
mendapatkan pengalaman baru dan bisa menebarkan ilmu yang saya dapatkan ke
guru-guru yang saya temui di madrasah.", kata Fenni sesaat setelah selesai
melakukan visitasi
Sementara itu di lain
kesempatan Fadilah mengungkap bahwa beliau berharap dapat menginspirasi
rekan-rekan guru agar lebih proaktif mengembangkan diri dan memberikan yang
terbaik untuk madrasah.