0 menit baca 0 %

Meningkatkan wawasan dan pemahaman, Lasmiadi Penyuluh Agama Islam Kuantan Tengah Hadiri FGD Penguatan Cegah dan Deteksi Dini Konflik Sosial Keagamaan.

Ringkasan: Dalam rangka meningkatkan wawasan  dan pemahaman meningkatkan wawasan  dan pemahaman, maka  Lasmiadi Penyuluh Agama Islam Kuantan Tengah, mengikuti Forum Grup Discusion ( FGD ) penguatan Cegah deteksi dini Konflik sosial keagamaan.  Selasa, 22 Juli 2025.Lasmiadi selaku Penyuluh Agama Islam dari...

Dalam rangka meningkatkan wawasan  dan pemahaman meningkatkan wawasan  dan pemahaman, maka  Lasmiadi Penyuluh Agama Islam Kuantan Tengah, mengikuti Forum Grup Discusion ( FGD ) penguatan Cegah deteksi dini Konflik sosial keagamaan.  Selasa, 22 Juli 2025.

Lasmiadi selaku Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Tengah turut serta dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema "Penguatan Cegah Dini dan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan Tahun 2025". Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi.

Diskusi ini digelar sebagai respons terhadap kondisi Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan tingkat pluralitas tinggi, baik dalam aspek agama maupun kepercayaan. Dalam situasi tersebut, muncul berbagai potensi konflik sosial keagamaan yang semakin kompleks. Meningkatnya intoleransi, penyebaran hoaks keagamaan, serta potensi radikalisasi menjadi ancaman serius yang perlu diantisipasi dengan sistem pencegahan dan deteksi dini yang terstruktur dan efektif.

Adapun tujuan utama dari penyelenggaraan FGD ini adalah:

1. Memperkuat sistem informasi dan jejaring deteksi dini terhadap potensi konflik keagamaan, khususnya di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.

2. Meningkatkan kapasitas para aktor strategis dalam melaksanakan upaya cegah dini.

3. Mendorong kolaborasi lintas sektor dalam penanganan potensi konflik sosial keagamaan.

4. Mewujudkan iklim toleransi serta sikap saling menghargai di tengah masyarakat.

FGD ini diikuti oleh sekitar 40 peserta yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi keagamaan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi dan penyuluh Agama se Kab. Kuansing. 

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis, dengan sesi diskusi interaktif yang menghadirkan berbagai pandangan serta pengalaman lapangan dalam menangani potensi konflik berbasis agama.

Menariknya, di akhir acara, seluruh peserta diminta untuk mengisi kuesioner (cusioner) yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman mereka terhadap isu deteksi dini konflik sosial keagamaan. Data yang terkumpul dari kuesioner ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan dasar pengembangan strategi ke depan.

Partisipasi aktif Lasmiadi dalam FGD ini mencerminkan komitmennya sebagai penyuluh agama dalam menjaga kerukunan umat dan memperkuat sistem deteksi dini konflik di masyarakat.

( Pri )


Catatan: Imus

boleh saja 1 kegiatan dibuat banyak berita dengan berbagai versi, namun jangan sampai hanya paragraf pertamanya saja yg berbeda, tapi isinya semua sama. 

untuk itu, buat versi berita sesuai judul, apa yg menjadi judul, maka itulah yang di perdalam dalam berita, tanpa harus mengulang berita yang sudah ada