Indragiri Hulu, (Inmas). Pembantaian Rengat atau dikenal sebagai Tragedi 5 Januari 1949 merupakan peristiwa pembantaian yang dilakukan oleh Tentara Kerajaan Hindia Belanda di Rengat pada akhir periode Agresi Militer Belanda II, tepatnya pada 5 Januari 1949. Belanda menyerang Rengat pada pagi hari. Untuk menduduki Rengat, Belanda menerjunkan sebanyak 180 pasukan khusus Korps Speciale Troepen di bawah letnan Rudy de Me. Mereka melakukan penjarahan, pemerkosaan, dan eksekusi terhadap para anggota TNI, pegawai negeri, dan warga sipil. Mayat para korban dibuang di Sungai Indragiri. Untuk mengenang para korban kebiadaban atas peristiwa tersebut maka dilaksanakan peringatannya setiap tanggal 5 Januari setiap tahunnya yang dikenal dengan Hari Rengat Bersejarah 5 Januari 1949.
Menindaklanjuti surat Sekretariat Daerah Kab. Inhu Nomor: 005/Kesra/848, Tanggal: 29 Desember 2023, Hal: Undangan, maka pada hari Kamis 4 Januari 2024, Plh. Kakankemenag Kab. Inhu H. Rajuki Ridwan, S.Ag.,MA merupakan Kasi PAIS (urut dua dari sisi kanan) mengikuti acara Dzikir Bersama dan Tausiyah Dalam Rangka Memperingati Hari Rengat Bersejarah 05 Januari 2024, tempat: Tribun Purna MTQ Ke XLI Provinsi Riau Tahun 2023 di Danau Raja Rengat.Kegiatan dihadiri Bupati Inhu yang diwakili oleh Sekda Ir. H. Hendrizal, M.Si/urut satu dari sisi kanan).(tulang)