Penegasan ini disampaikan Wamenag saat memberikan arahan pada agenda "Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) bersama Wakil Menteri Agama RI" di Pekanbaru, Riau.
Ngopi berjalan santai dengan Moderatot langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr H Mahyudin MA. Turut hadir Kepala Bagian Tata Usaha Drs H Asmuni MA, Kepala Bidang, serta segenap civitas guru MAN 1 dan MAN 2 Pekanbaru.
"Anak-anak sekarang itu sudah pada melek internet. Mereka bisa lebih cepat dapat informasi daripada kita. Mereka bisa tahu lebih dulu daripada kita. Lah, kalau kita enggak melakukan perubahan-perubahan, kita pasti tertinggal," tegas Wamenag, Sabtu (1/10/2022).
"Syaratnya adalah kita harus berani keluar dari zona nyaman. Karena orang kalau sudah merasa nyaman, biasanya dia akan malas melakukan perubahan-perubahan, malas berinovasi," pesannya.
Wamenag menuturkan bahwa ada dua karakter manusia. Karakter Supir yang harus terus terbangun menghadapi lika-liku jalan supaya tidak celaka dan karakter Penumpang yang bisa nyaman tertidur dari berangkat sampai ke lokasi tujuan. Ada yang merasa nyaman dan ada yang terus beradaptasi dengan perubahan.
Menurut wamenag, guru madrasah harus memiliki growth mindset, yaitu cara pandang yang selalu ingin tumbuh, berkembang, dan mencari solusi.
"Kita berharap kedepan guru-guru kita dapat menjadi problem solver dan beradaptasi dalam setiap masalah-masalah yang akan kita hadapi di dunia pendidikan," tutup Wamenag.
Menanggapi hal tersebut, salah satu guru MAN 2 Pekanbaru, Latif berpendapat bahwa pengembangan kompetensi guru ini sebaiknya diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan guru di madrasah.
"Mengembangkan pendidikan musti dengan mengembangkan sumber daya manusianya, dan ini terkait dengan kesejahteraan guru," ungkap Latif.
Menuju Indonesia Emas 2045, Wamenag Minta Guru Madrasah di Riau Keluar dari Zona Nyaman
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan bahwa untuk menuju Indonesia Emas 2045, madrasah perlu mempersiapkan siswa-siswinya menjadi SDM yang unggul dan berdaya saing global. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan guru-guru yang berani melakukan inovasi dan perubahan...
Pekanbaru (Humas)- Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan bahwa untuk menuju Indonesia Emas 2045, madrasah perlu mempersiapkan siswa-siswinya menjadi SDM yang unggul dan berdaya saing global. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan guru-guru yang berani melakukan inovasi dan perubahan.