0 menit baca 0 %

MEWAKILI KAKANKEMENAG KAB. INHU, KASI PD. PONTREN SYAHRIL, S.Ag., M.H HADIRI HAFLAH AKHIRUSSANAH PONPES TEBUIRENG

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Haflah akhirussanah merupakan perayaan akhir tahun bagi santri yang telah selesai menjalani pendidikan ataupun pertanda telah berakhirnya tahun pelajaran.Menindaklanjuti surat  Yayasan Al-Ishlah Kuala Gading Pondok Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah Kuala Gading Batang Cenaku...

Indragiri Hulu, (Inmas). Haflah akhirussanah merupakan perayaan akhir tahun bagi santri yang telah selesai menjalani pendidikan ataupun pertanda telah berakhirnya tahun pelajaran.
Menindaklanjuti surat  Yayasan Al-Ishlah Kuala Gading Pondok Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah Kuala Gading Batang Cenaku Inhu Riau Nomor: 27/Sek/TBI 4/VI/2022, Tanggal: 11 Juni 2022, Hal: Undangan, maka pada hari Selasa 21 Juni 2022, mewakili Kakankemenag Kab. Inhu Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren) Kankemenag Kab. Inhu Syahril, S.Ag., M.H menghadiri acara Haflah Akhirussanah di Pondok Pesantren Tebuireng 4 Al-Ishlah Kuala Gading, Kecamatan Batang Cenaku.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Inhu yang diwakili Asisten 1 Pemerintahan dan Kesra Setda Kab. Inhu H. Syahruddin, S.Sos., M.T; Camat Batang Cenaku Triyatno, SST; dan mantan Bupati Inhu 2 periode H. Yopi Arianto, S.E.
Rangkaian acara juga diisi dengan ceramah agama oleh Masyayikh dari Tebuireng Jombang.
Kasi PD. Pontren Kankemenag Kab. Inhu menyampaikan kepada Inmas Kankemenag Kba. Inhu bahwa pondok pesantren merupakan wadah untuk menempa ilmu bagi santri yang nantinya menjadi kader Islam. Dengan belajar di pondok pesantren, santri dapat memahami serta mengamalkan ajaran Agama Islam dengan sempurna dan kaffah. Pondok pesantren adalah satu-satunya lembaga pendidikan keagamaan yang tertua di Indonesia yang harus terus dijaga keberadaannya dan harus ditingkatkan kualitas pendidikannya.
Menjadi harapan bersama bahwasanya pondok pesantren sebagai alternatif lembaga pendidikan formal bisa menghasilkan santri yang mumpuni dan bisa tafaquh fiddin yang pada akhirnya bisa berguna bagi masyarakat, bangsa, negara, dan agamanya, ujar Syahril mengakhiri keterangannya.(tulang)