Indragiri Hulu, (Inmas). Asesmen Madrasah atau Ujian Madrasah adalah asesmen sumatif yang dilaksanakan kepada peserta didik kelas akhir jenjang pendidikan madrasah untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik sesuai Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan. Asesmen Madrasah (AM) mencakup seluruh mata pelajaran (mapel) yang diajarkan di kelas akhir pada madrasah, baik kelompok mata pelajaran wajib (nasional) maupun muatan lokal. Asesmen Madrasah (AM) diikuti oleh peserta didik pada akhir jenjang pendidikan pada MI, MTs, MA, MAK sebagai salah satu persyaratan untuk penentuan kelulusan. Hal tersebut menegaskan bahwa pemerintah memberi wewenang penuh kepada madrasah untuk menyelenggarakan asesmen pada akhir jenjang pendidikan untuk mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan (SKL) bagi peserta didiknya.
Rabu 29 Maret 2023, Kepala Seksi Penmad Kankemenag Kab. Inhu melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Asesmen Madrasah TP. 2022/2023 hari ketiga di MAN 1 Inhu.
Monitoring dan Evaluasi terhadap pelaksanaan ujian merupakan suatu proses pemantauan, penilaian serta untuk memastikan apakah proses ujian terlaksana sebagaimana mestinya, ujar Kasi Penmad.
Terhadap setiap madrasah yang dimonitoring diminta untuk mengisi lembaran instrumen monitoring. Melalui instrumen monitoring dapat digunakan untuk mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data dan menganalisis data, menyimpulkan hasil yang telah dicapai, menginterpretasikan hasil menjadi rumusan kebijakan, dan menyajikan informasi (rekomendasi) untuk pembuatan keputusan berdasarkan pada aspek kebenaran hasil evaluasi.
Hasil monev hari ini dapat diketahui bahwasanya pelaksanaan AM di MAN 1 Inhu terlaksana sebagaimana mestinya. Semoga demikian juga kiranya hingga akhir dari Asesmen Madrasah, tambah Hendriadi.
Selanjutnya, Kasi Penmad memberikan apresiasi atas pelaksanaan AM di MAN 1 Inhu dengan menggunakan Ujian Berbasis Komputer atau Computer Based Test (CBT). Dengan sistem CBT akan mengurangi biaya pelaksanaan karena tentu tidak diperlukannya mencetak soal dan lembar jawaban dengan kertas, distribusi soal, pengawalan soal dari pihak keamanan serta mengurangi biaya mengoreksi hasil ujian dengan scanning LJK dan scoring yang membutuhkan waktu lebih lama.
Selain itu ujian dengan sistem CBT, lebih praktis, lebih gampang dan membuat peserta ujian lebih fokus. Tidak ribet dan lebih hemat waktu karena tidak perlu lama-lama mengisi lembar jawaban, tidak perlu menghapus kalau ada yang salah, menghindari kesalahan pengisian data diri dan kode soal serta terdapat waktu di layar sehingga bisa memaksimalkan waktu yang tersedia.
Ujian dengan sistem CBT merupakan perwujudan dari salah satu tujuh program prioritas Kemenag RI, yaitu Transpormasi Digital, tambah Hendriadi.(tulang)
MONEV ASESMEN MADRASAH (AM) DI MAN 1 INHU, KASI PENMAD HENDRIADI, S.Ag., M.Pd.I BERI APRESIASI ATAS PELAKSANAAN AM DENGAN CBT
Ringkasan:
Indragiri Hulu, (Inmas). Asesmen Madrasah atau Ujian Madrasah adalah asesmen sumatif yang dilaksanakan kepada peserta didik kelas akhir jenjang pendidikan madrasah untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik sesuai Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan.