Meranti (Inmas)- Perilaku merokok saat ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa akan tetapi dilakukan juga oleh kalangan remaja.
Tren remaja perokok setiap tahun terus mengalami peningkatan. Karbon monoksida yang terdapat dalam asap rokok memiliki sifat beracun dan karsinogen yang dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Untuk meminimalisir jumlah remaja perokok di kalangan pelajar MTs dan MA Raudhatul Hidayah bersinergi bersama UPT Puskesmas Tanjung Samak melakukan skrining perilaku merokok pada remaja dengan sasaran pelajar MTs dan MA Raudhatul Hidayah. Kamis (16/2).
Tujuan skrining tersebut mengedukasi para siswa dan remaja tentang dampak buruk rokok, keberadaan perokok di lingkungan sekolah, keberadaan perokok di lingkungan keluarga, teman dekat perokok dengan kadar CO pada pelajar.
Nani Sugianti sekalu kepala Madrasah menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat diharapkan oleh madrasah dan merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Puskesmas dan madrasah.
“MTs dan MA Raudhatul Hidayah tentu akan mendukung program kegiatan yang telah disiapkan Puskesmas. Apalagi beberapa tahun yang lalu ada covid 19 jadi kegiatan-kegiatan pelayanan kesehatan untuk siswa tentu tidak berjalan dengan baik. Maka ini waktunya untuk menggiatkan kembali program-program pelayanan kesehatan,” tutur Nani saat menjumpai petugas kesehatan.
Dalam kesempatan itu pula dilakukan percobaan oleh dr. Indra dengan menggunakan rokok dan botol air mineral. Dimana botol yg berisi air itu diumpamakan sebagai paru ataupun bagian tubuh. Saat rokok habis terbakar, asap akan tersedot kedalam botol. dr. Indra kemudian membuang air tersebut dengan menyaringnya menggunakan tissue. Alhasil siswa dapat melihat kalau tissue tadi sudah berubah warna menjadi kuning kecoklatan akibat kandungan racun Dalam rokok.
"Saya berharap, siswa madrasah ini tidak ada lagi yang merokok, karena inilah bahaya racun yang ada dalam satu batang rokok." Papar dr. Indra.(Inmas)