0 menit baca 0 %

MTs dan MA Raudhatul Hidayah Peringati Isra Mi raj Nabi Muhammad SAW 1444 H

Ringkasan: Meranti (Inmas) - MTs dan MA Raudhatul Hidayah peringati Isra Mi raj Nabi Muhammad SAW, Jum'at (10/2/2023) di Musholla Raudhatul Hidayah dan dihadiri oleh Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, para Guru dan Staf Tata Usaha beserta Siswa-Siswi.Penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara sederhana tet...

Meranti (Inmas) - MTs dan MA Raudhatul Hidayah peringati Isra Mi raj Nabi Muhammad SAW, Jum'at (10/2/2023) di Musholla Raudhatul Hidayah dan dihadiri oleh Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, para Guru dan Staf Tata Usaha beserta Siswa-Siswi.

Penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara sederhana tetapi tetap berlangsung hidmat. Kepala MA Raudhatul Hidayah Nani Sugianti, S.S., mengatakan bahwa peringatan ini merupakan program madrasah yang tidak boleh  ditinggalkan dengan tujuan untuk mengingatkan kembali keluarga MTs dan MA Raudhatul Hidayah akan perjuangan Nabi Muhammad SAW, khususnya pada peristiwa Isra Mi raj.

Minimal anak-anak tahu bahwa setiap bulan Rajab ada peristiwa yang tidak pernah Kita lupakan terutama bagi  umat Islam, karena didalamnya ada perintah salat lima waktu, katanya.

Dengan demikian anak-anak menjadi tahu bahwa kewajiban salat adalah perintah langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya, imbuhnya.

Acara peringatan Isra Mi raj menghadirkan penceramah Ustadz H. Eka Naskah, Lc., untuk memberikan tausiyah, sehingga kegiatan ini menjadi lebih bermakna. 

Ustadz H. Eka Naskah, Lc., menyampaikan seluruh proses perjalanan Isra Mi raj yaitu dua bagian perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja.

Ini adalah perjalanan Nabi Muhammad SWA dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Kemudian Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit ketujuh atau sidratul muntaha. Isra Miraj kerap dimaknai sebagai perjalanan rohani Nabi Muhammad SAW dalam satu peristiwa. Akan tetapi, Isra dan Miraj sebenarnya terdiri dari dua bagian perjalanan Nabi Muhammad SAW, yaitu Isra dan Mi raj. Dimana yang paling inti adalah diterimanya perintah salat 5 waktu dalam sehari semalam bagi umat Nabi Muhammad, terang   Ustadz H. Eka Naskah, Lc. (Inmas)