0 menit baca 0 %

MTs N 1 Kepulauan Meranti Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka

Ringkasan: Meranti (Inmas) -  Implementasi kurikulum pada madrasah harus diorientasikan pada efektifitas pengelolaan pendidikan dan pembelajaran dalam rangka mewujudkan visi, misi dan tujuan madrasah. Madrasah harus berani melakukan inovasi, kreasi, serta terobosan dalam mengelola pendidikan, menciptakan ling...


Meranti (Inmas) -  Implementasi kurikulum pada madrasah harus diorientasikan pada efektifitas pengelolaan pendidikan dan pembelajaran dalam rangka mewujudkan visi, misi dan tujuan madrasah. Madrasah harus berani melakukan inovasi, kreasi, serta terobosan dalam mengelola pendidikan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif agar guru dan peserta didik semangat dalam pembelajaran. Dengan demikian, guru dan peserta didik mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk berkreasi dan berinovasi dan mengembangkan potensinya secara optimal.

Untuk mewujudkannya maka MTs N 1 Kepulauan Meranti melaksanakan pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka. Desisraheti S Pd selaku Kepala Madrasah sangat mengapresiasi terlaksananya pelatihan ini, beliau memotivasi para guru agar tetap fokus dan sungguh-sungguh mengikuti pelatihan.

Pelatihan ini dilaksanakan di ruang labor MTs N 1 Kepulauan Meranti dan Menghadirkan narasumber Fasilitator Guru Penggerak dan juga pengawas sekolah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti Hasmariyanti, S Pd. Pelatihan berlangsung selama 3 hari yakni dari tanggal 5 Juli sampai dengan tanggal 7 Juli 2023 dan di ikuti 50 guru MTs N 1 Kepulauan Meranti. Sabtu (8/7)

Dalam pemaparan Hasmariyanti mengatakan Spirit Kurikulum Merdeka antara lain memberi kewenangan kepada madrasah untuk melakukan pengembangan kurikulum operasional madrasah sesuai potensi dan sumber dayanya. Selain itu, ada fleksibilitas dalam mengelola kegiatan pembelajaran sesuai kebutuhan dan tuntutan perkembangan zaman. Spirit ini harus ditangkap oleh seluruh warga madrasah dan pemangku kepentingan lainnya dengan melahirkan kreasi, inovasi, atau terobosan dalam mengelola pendidikan untuk meningkatkan mutu dan daya saing madrasah mewujudkan madrasah yang mandiri dan berprestasi.

Kurikulum madrasah tidak boleh hanya fokus kepada pengetahuan apa yang harus dikuasai peserta didik, namun lebih penting adalah membekali peserta didik kompetensi, sikap, keterampilan hidup (life skills), dan cara berpikir-bersikap untuk mengantisipasi dan menyikapi situasi yang selalu berubah. Kurikulum madrasah harus dapat memberikan banyak pilihan dalam membentuk karakter peserta didik, menanamkan nilai-nilai Pancasila, moderasi beragama, menumbuhkan keberanian berfikir kritis, kreatif dan inovatif melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5 PPRA). Di samping itu, nilai-nilai agama sebagai ruh madrasah mesti ditanamkan secara terintegrasi dalam seluruh aspek pendidikan di madrasah. Sehingga, nilai religiusitas mewarnai cara berfikir, bersikap dan bertindak para warga madrasah dalam menjalankan praksis dan kebijakan pendidikan. Jelasnya

Keberhasilan Kurikulum Merdeka di madrasah dapat diukur dari sejauh mana kurikulum ini mengubah suasana kelas lebih menyenangkan dan membahagiakan peserta didik, aktifitas pembelajaran lebih bergairah, dan budaya belajar sepanjang hayat diwujudkan. Sehingga, capaian hasil belajar yang lebih bermakna dapat ditingkatkan secara efektif dan efisien. Perubahan suasana kelas tersebut dapat membentuk karakter peserta didik, membekali kompetensi dan keterampilan hidup yang dibutuhkan pada kehidupan di zamannya. Tutupnya (Inmas)