0 menit baca 0 %

MUHADHOROH PAGI MAN 4 PKU: MOMEN RUTIN SHARING INSPIRATION SESSION SISWA

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas).  (30/9/2022) - Muhadarah adalah kegiatan rutin pekanan MAN 4 Kota Pekanbaru setiap pagi Jum'at. Kegiatan tersebut selain diisi dengan kegiatan keagamaan seperti wiridan, yasinan, dan istighosah, juga menjadi ajang siswa untuk berekspresi perihal seni kreasi islam, seperti penampi...

Pekanbaru (Inmas).  (30/9/2022) - Muhadarah adalah kegiatan rutin pekanan MAN 4 Kota Pekanbaru setiap pagi Jum'at. Kegiatan tersebut selain diisi dengan kegiatan keagamaan seperti wiridan, yasinan, dan istighosah, juga menjadi ajang siswa untuk berekspresi perihal seni kreasi islam, seperti penampilan hadroh, puisi dan lainnya.

Dengan pengisi acara yang digilirkan, kelas X MIA 2 sebagai petugas hari ini mengisinya dengan Syarahan 3 bahasa oleh Zaskia Ersya, Azra Ayunda dan Zaskia Fatimah Azzahra. Lalu penampilan puisi yang dibawakan oleh Zahra Ramadhani serta ditutup dengan penampilan Hadroh yang ciamik oleh Masyita Cinta Dela dkk.

Usai penampilan Muhadharah, dilanjutkan dengan Sharing Inspiration Session dari siswa berprestasi yakni dari M. Haikal Febrian (X IIS) Juara 3 Kejurda Karate-do INKANAS Kapolda Riau Cup Tahun 2022, dan Imam Firdaus (X MIA 1) peraih medali perak Olimpiade Fisika Nusantara.

Saya telah menggeluti karate sejak kelas 4 sd." ujar Haikal mengawali sharingnya. Perjuangannya menggeluti karate sejak sekolah dasar itu, sempat terjadi pertentangan dengan sekolahnya, namun Haikal tidak menyerah dan tetap melanjutkan perjuangannya selama tujuh tahun dan telah dua kali menjuarai pertandingan karate.

Imam pula melengkapinya dengan kisah perjuangannya gagal dalam mengikuti banyak lomba akademik, dan berhasil melalui momentun lomba ini. "Medali pertama yang saya raih ini, saya tekadkan sebagai awal dari medali-medali saya selanjutnya. Kesemuanya saya lakukan, untuk satu niatan, yakni ingin membanggakan orangtua saya." ucap Imam haru.

Sekecil dan sebesar apapun pencapaian, menjadi bukti bahwa kehadiran kita di madrasah ini, bukan hanya untuk sekedar melewati peristiwa, tapi juga menciptakan monumen yang monumental. (DM)