0 menit baca 0 %

Muhammad Khairul Fikri M.Pd, Penyuluh Non PNS KUA Kec. Bantan Ikut Serta dalam Kegiatan Keagamaan

Ringkasan: Bantan (Inmas) - Penyuluh Agama Islam (PAI) Non-PNS KUA Kec. Bantan Muhammad Khairul Fiqri, M.Pd, pada hari Jumat malam, tanggal 27 Oktober 2023 mengikuti acara "Peringatan Hari Santri Nasional 2023 bersama KH. KRT. Lukman Al-Hakim Harits Dimyathi di Pesantren Nurussalam Desa Mentayan Kabupaten Beng...

Bantan (Inmas) - Penyuluh Agama Islam (PAI) Non-PNS KUA Kec. Bantan Muhammad Khairul Fiqri, M.Pd, pada hari Jumat malam, tanggal 27 Oktober 2023 mengikuti acara "Peringatan Hari Santri Nasional 2023 bersama KH. KRT. Lukman Al-Hakim Harits Dimyathi di Pesantren Nurussalam Desa Mentayan Kabupaten Bengkalis dengan Tema “Jihad Santri Jayalah Negeri"

Di buka dengan berbagai macam persembahan antara lain, dram band pengiringan nyanyian mars pondok pesantren Nurul salam, pencak silat, tarian  zapin dan lain sebagainya.

KH. KRT. Luqman Al-Hakim Harits Dimyathi membuka ceramahnya dengan menguraikan sepak terjang sejarah berdirinya pesantren sampai pengukuhan UU yang mengatur tentang lembaga pesantren yang di keluarkan tahun 2019.

Menurut pandangan beliau Istilah santri  bisa di semat oleh semua orang  dengan catatan muslim yang berakhlak karimah, dan memiliki jiwa menjaga kedaulatan negara. Setelah adanya UU yang mengatur tentang lembaga pendidikan pesantren, pesantren telah di akui oleh negara baik pengakuan dalam hal kurikulum maupun ijazahnya. Sehingga santri yang masuk ke pesantren tidak perlu adanya persamaan jenjang. Beliau menuturkan demikian itu dengan mengapresiasi pemerintah dalam memperlakukan pendidikan tertua di Indonesia ini dgn adanya beberapa kebijakan di antaranya adanya dana abadi untuk pesantren dan lain-lain.

Bonus demografi 2045 anak muda, yaitu santri siap mengawal negeri ini menjadi ikut serta dalam mengawal negara lewat menjadi anggota legislatif, eksekutif ataupun jabatan-jabatan lainnya. Santri siap untuk hal ini.

Di tutup dengan pembahasan tentang dialog Rasulullah dengan Allah tertuang dalam bacaan tahiyatul puji pujian Rasulullah kepada Allah dan jawaban Allah SWT dari pujian itu.

Beliau berpesan untuk selalu menjaga kesatuan dan persatuan negara Indonesia dengan jalan bergandengan tangan dalam mengawal pemahaman agama yang moderat. Kemudian acara di tutup dengan doa bersama. (Timredaksikuakecbantan).