Rokan Hilir (Inmas) - Junaidi Dasrul,S.AP, Penyuluh Agama Islam KUA Bangko, menjadi narasumber dalam Kajian Berkah Ramadhan, program pada binaan Ramadhan 1444 H yang dilaksanakan di Simpang Lembu Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih, Selasa (11/4/2023).
Mengangkat tema “Rahasia Menemukan Pahala Maksimal Ramadhan”, Ustadz Junaidi ingatkan para jemaah bahwa bulan suci Ramadhan adalah anugerah agung dari Allah Swt, sehingga muslim harus memiliki rasa syukur dicampur bahagia dan suka cita karena bisa menjumpai bulan suci Ramadhan.
“Insyaallah, senangnya kita akan datangnya bulan suci Ramadhan akan menambah motivasi dan energi agar kita bisa maksimal memanfaatkan momen Ramadhan ini untuk beribadah pada Allah Swt. Jika kita menjalaninya dengan senang Insyaallah menjadi ringan, namun jika kita menjalaninya dengan terpaksa maka yang ringan pun pasti terasa berat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ustadz Junaidi ingatkan jemaah binaannya tersebut untuk memiliki target besar selama Ramadhan agar menjadi orang yang sukses.
“Sukses dalam apa?” tanyanya memancing jemaah.
“Dalam hal ini ada 4 standar kesuksessan selama Ramadhan. Pertama, mana kala dosa-dosa kita mendapat ampunan Allah Swt.”
Dijelaskan bahwa ada 3 kriteria orang yang merugi, yaitu orang yang tidak bershalawat kepada Nabi Muhammad ketika mendengar nama Rasulullah disebut, orang yang mendapati kedua orang tua atau salah satunya dalam kondisi tua renta tapi tidak bisa dimanfaatkan untuk mencapai wasilah ridha Allah Swt., kemudian orang yang bertemu bulan suci Ramadhan tapi ketika Ramadhan pergi dosa-dosanya masih menumpuk.
Sehingga sebaliknya, orang yang meninggalkan Ramadhan dengan dosa-dosa yang hilang adalah orang yang beruntung dan sukses. Namun, perihal diampuninya dosa seorang hamba oleh Allah Swt tidak bisa dipastikan begitu saja.
“Kita tidak bisa mengetahui apakah dosa kita diampuni atau tidak, tapi ada ciri-cirinya. Yang paling nampak adalah manakala ketakwaannya semakin tumbuh dan bertambah, semakin rajin, dan semakin termotivasi untuk melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ustadz Junaidi sebut bahwa efek negatif dari dosa-dosa yang menumpuk akan membuat manusia menjadi malas untuk berbuat kebaikan dan beribadah sehingga muslim perlu selalu melakukan introspeksi diri.
Kriteria sukses selanjutnya adalah mampu membentuk pribadi yang bertakwa pada Allah. Takwa secara umum diartikan sebagai melaksanakan perintah dan menjauhi larangan.
“Orang bertakwa punya rasa takut kepada Allah Swt, mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an, menerima pemberian dari Allah baik banyak maupun sedikit, hingga melakukan persiapan maksimal untuk menyongsong kematian terbaik,” ucapnya.
Takwa memiliki 2 dimensi, yaitu dimensi vertikal dengan Allah Swt dan dimensi horizontal dengan manusia.
“Shalatnya bagus tapi tidak baik dengan sesama manusia, atau sebaliknya dengan manusia bagus tapi dengan Allah tidak bagus. Apalagi kalau hancur dua duanya, tidak baik hubungannya dengan Allah dan tidak baik pula hubungannya dengan sesama manusia. Oleh karena itu, takwa hanya bisa kita raih statusnya kalau kita bisa memperbaiki hubungan 2 dimensi sekaligus, ke Allah dan manusia,” jelasnya.
Selain menjaga hubungan baik dengan Allah dan manusia, Ustadz Junaidi juga ingatkan agar muslim mengerjakan ibadah baik yang wajib maupun sunnah. Lebih lanjut, Penyuluh yang juga Guru Agama dan Pancasila di SMPN 1 Bangko ini sebutkan cara memaksimalkan pahala selama Ramadhan.
“Rahasia memaksimalkan pahala selama bulan Ramadhan diantaranya adalah saat Tarawih usahakan sampai selesai bersama imam. Berdasarkan HR. Tirmidzi disebutkan sesungguhnya siapa saja yang shalat bersama imam hingga imam itu selesai maka ia dicatat telah mengerjakan shalat semalam suntuk.”
Tak hanya itu, Ustadz yang berkecimpung di beberapa organisasi ini juga ingatkan bahwa ikut berpartisipasi dalam memberikan ifthar dan berburu lailatul qadar merupakan salah satu peluang untuk mendapatkan nilai pahala maksimal selama Ramadhan. (BabangUst)