0 menit baca 0 %

Narasumber Rakorda BAN-SM, Kakanwil Paparkan 13 Strategi Pembelajaran di Madrasah

Ringkasan: Riau (Inmas)- Kepala Kantor Wilayah Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA menjadi narasumber pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN- SM) Provinsi Riau secara daring dari ruang kerjanya, Rabu (22/7/2020) pukul 10.30 WIB.Pada Rakorda BAN SM Tahun 2020 yang dihad...

Riau (Inmas)- Kepala Kantor Wilayah Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA menjadi narasumber pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN- SM) Provinsi Riau secara daring dari ruang kerjanya, Rabu (22/7/2020) pukul 10.30 WIB.

Pada Rakorda BAN SM Tahun 2020 yang dihadiri oleh LPMP, Ketua dan Anggota BAN SM, Kepala Dinas dan Kepala Kantor Kemenag se Riau dan seluruh peserta, Mahyudin memaparkan tentang Proses Pembelajaran Madrasah Tahun Pelajaran 2020/ 2021 pada Masa Pandemi Covid- 19.

Mahyudin mengatakan, proses pembejaran madrasah mengacu pada 13 Program Strategis Kementerian Agama dalam Penanggulangan Dampak Covid- 19 di Madrasah, yaitu  perubahan Juknis BOP Raudlatul Athfal dan BOS Madrasah, Kerjasama dengan Gootle for Education, Bantuan Kuota Terjangkau, Penguatan Jaringan Listrik dan Internet, Panduan Kurikulum Darurat, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online, Digitalisasi 124 Buku Madrasah, Platform Dragonlear.Org, e-Learning Madrasah, Penyediaan Platform Aplikasi Raport Digital, Syiar Madrasah, Modul Pembangunan Karakter Moderat, dan Pelatihan dan Kompentisi Madrasah.

“Proses pembelajaran madrasah tahun 2020/2021 pada masa Pendemi Covid 19 harus terus berjalan walau tidak semaksimal sebelum covid terjadi. Untuk itu, Kemenag telah mengeluarkan 13 program strategis penanggulangan covid-19 di madrasah dan saat ini sudah berjalan di madrasah- madrasah yang ada di Riau,” jelas Mahyudin.

Ia menambahkan, Rakorda BAN SM juga penting dilakukan dalam rangka akreditasi sekolah dan madrasah di Riau. “Semua program harus berjalan walau tidak maksimal seperti hari- hari normal biasa,” pungkasnya. (mus/faj/ana/anto/eka)