Mandau (Inmas) - Penyuluh Agama Islam Non PNS Tengku Ade Alamsyah mendapat amanah memberi kajian Kitab Sirajut Thalibin di Masjid Besar Arafah Duri setiap hari ba'da Magrib.
Menurut Ustadz Tengku Ade Alamsyah bahwa Kitab Sirajut Thalibin Syarah Kiai Ihsan Jampes atas Kitab Tasawuf Imam al-Ghazali ini adalah kitab “Sirâjut Thâlibîn” karangan seorang ulama besar Nusantara asal Jampes, Kediri (Jawa Timur), Syekh Ihsân ibn Dahlân al-Jamfasî al-Kadîrî al-Jâwî (dikenal dengan nama Syekh Ihsan Jampes, w. 1952 M), yang merupakan komentar dan penjelasan (syarh) atas kitab tasawuf “Minhâjul ‘Âbidîn” karangan Hujjah al-Islâm al-Imâm al-Ghazzâlî (w. 1111 M). Kitab “Sirâjut Thâlibîn” ditulis dalam bahasa Arab.
Menurut Ustadz Tengku Ade Alamsyah, bahwa Hingga saat sekarang, kitab ini adalah satu-satunya kitab syarh atas teks “Minhâjul ‘Âbidîn” yang paling populer dan beredar luas di seluruh penjuru dunia Islam. Karena itu, tidaklah mengherankan jika kitab karangan Kiai Jampes ini dicetak oleh banyak penerbit di Timur Tengah, sekaligus dipelajari dan dijadikan rujukan otoritatif dalam kajian bidang tasawuf di banyak institusi pendidikan dunia Islam.
Oleh karena itu, menurut Ustadz Tengku Ade Alamsyah "kitab ini penting untuk dikaji agar kita tidak salah paham dalam memahami agama sembarangan. Karna kitab ini adalah kitab yang dikarang oleh Ulama besar" ujarnya