0 menit baca 0 %

PAH Gunung Toar ikuti kegiatan WEBINAR LPMQ

Ringkasan: Kuansing ( inmas ) PAH Kecamatan Gunung Toar ikuti kegiatan WEBINAR LPMQ  Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Senin, 31 Agustus 2020.WEBINAR kali ini membedah Terjemahan Al-Qur'an Edisi Penyempurnaan Tahun 2019. Dengan tema, "Pemaknaan Ayat-ayat Mutasyabihat dalam Terjemahan Al-Quran Kem...

Kuansing ( inmas ) PAH Kecamatan Gunung Toar ikuti kegiatan WEBINAR LPMQ  Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Senin, 31 Agustus 2020.


WEBINAR kali ini membedah Terjemahan Al-Qur'an Edisi Penyempurnaan Tahun 2019. Dengan tema, "Pemaknaan Ayat-ayat Mutasyabihat dalam Terjemahan Al-Quran Kemenag Edisi Penyempurnaan Tahun 2019".

Pemateri Webinar adalah tim pakar penyempurnaan terjemah dan akademisi yang kompeten

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat


Kementerian Agama RI, yakni Dr. Muchlis M. Hanafi, MA (Kepala LPMQ), Dr. KH. Abdul Ghafur Maimun, Ma, Dr. H. Abbas Mansur Tamam, MA, Abdul Wahhab Ahmad, MA dan Dr. Hj. Dora Amalia, M.Hum. Webinar dilaksanakan melalui aplikasi zoom meeting, sekaligus juga disiarkan langsung melalui YouTube Lajnah Kemenag. 


Sebagaimana dijelaskan dalam pengantar  WEBINAR LPMQ bahwa dalam aspek kejelasan makna, menurut para ulama, kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dibagi menjadi dua, ayat-ayat Muhkamat dan ayat-ayat Mutasyabihat.


Ayat Muhkamat adalah ayat yang dari sisi kebahasaan memiliki satu makna yang jelas dan tidak memungkinkan untuk ditakwil (dipalingkan) ke makna lain, atau ayat yang diketahui dengan jelas makna dan maksudnya, seperti firman Allah Ta’ala:

 Maknanya: “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatu pun dari makhluk-Nya (baik dari satu segi maupun semua segi, dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya)” (Q.S. asy-Syura/26: 11).


Ayat di atas sangat jelas kandungan maknanya dan tidak memiliki makna lain kecuali makna bahwa Allah tidak menyerupai makhluk, apa pun atau siapa pun.


Sedangkan Mutasyabihat adalah ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud kecuali setelah dilakukan pengkajian secara mendalam oleh ahli ilmu, atau ayat-ayat yang kandungan maknanya hanya Allah yang mengetahui, seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan perkara-perkara gaib seperti hari kiamat, surga, neraka, ataupun ayat-ayat yang menyebutkan/mengandung asma dan sifat Allah. Seperti ayat, 


“Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. TANGAN ALLAH di atas tangan mereka…”

(Q.S. al-Fath/48: 10).


Ayat-ayat Mutasyabihat seperti contoh di atas diperselisihkan pemaknaannya hingga menimbulkan polemik berkepanjangan hingga saat ini. Penyebabnya adalah cara yang ditempuh untuk memahami maknanya.


Bagaimana dengan Terjemahan Al-Qur'an edisi penyempurnaan tahun 2019? Bagaimana pemaknaan ayat-ayat mustasyabihatnya? Apa landasan tim pakar penyempurnaan dalam memilih dan menetapkan makna tersebut? 

Hal inilah yang menjadi bahasan dalam Webinar kali ini. Bahasan ini amat menarik dan perlu sekali, terutama bagi penyuluh agama Islam yang berfungsi menjadi suluh penerang ummat. 


"Bagi saya sebagai penyuluh, materi dan kajian semacam ini amat perlu, insyaAllah memiliki dampak yang positif bagi pelaksanaan tugas di masyarakat. Sebab seyogyanya memang penyuluh harus berusaha membekali dirinya sehingga mampu menjelaskan kepada masyarakat dengan lebih baik," ungkap Miki Sanjaya ( MS )