0 menit baca 0 %

PAI Bangko Adakan Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah Pada Objek Binaan

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) - Manusia pada prinsipnya adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, pasti memerlukan bantuan orang lain. Hal ini tercermin saat seseorang meninggal dunia. Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Bangko Junaidi Dasrul,S.AP mengadakan pelatihan tata cara mengurus jenazah...

Rokan Hilir (Inmas) - Manusia pada prinsipnya adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, pasti memerlukan bantuan orang lain. Hal ini tercermin saat seseorang meninggal dunia. 

Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Bangko Junaidi Dasrul,S.AP mengadakan pelatihan tata cara mengurus jenazah pada binaannya Majelis Ta'lim PRA Bagan Jawa, Rabu (16/11/2022).

Junaidi Dasrul mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan dan memberikan keterampilan bagaimana merawat jenazah. Mulai dari memandikan, mengkafani, mensholati hingga membuat pakaian si mayit dari kafan yang benar.

“Harapannya pelatihan ini dapat mencetak tenaga yang terampil dan memberikan wawasan tentang perawatan jenazah yang baik dan benar sesuai dengan syariat islam”, kata Junaidi.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Rohil H.Suhaimi,S.Ag yang dihubungi melalui selulernya mengapresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan merawat jenazah ini merupakan bukti nyata hadirnya penyuluh agama Islam non PNS di tengah masyarakat.

“Ada  penyuluh agama Islam non PNS di Kecamatan Bangko ini, saya harap dapat bersinergi dengan masyarakat. Kehadiran Penyuluh ini dapat memberikan solusi dan edukasi pada masyarakat, dan Alhamdulillah hari ini Junaidi Dasrul sudah membuktikan dirinya”, terang H.Suhaimi.

Kasi Bimas Islam yang juga membawahi seluruh Penyuluh Agama Islam juga menyinggung tentang perlunya kerukunan umat beragama, karena di Kecamatan Bangko khususnya terdiri dari berbagai macam agama.

“Apabila ditengah masyarakat terjadi fenomena tentang perbedaan pendapat jangan menemui perbedaan tapi cari solusinya. Kerukunan itu tidak harus sama, namun dapat bertoleransi satu dengan lainnya”, tandas H.Suhaimi. (AjdSyaheed)