0 menit baca 0 %

PAI Bangko Laksanakan Kegiatan Moderasi Beragama Bagi Remaja

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) - Penyuluh Agama Islam Non PNS Bangko Junaidi Dasrul, S.AP melaksanakan kegiatan Pegarusutamaan Moderasi Beragama Dan Wawasan  Kebangsaan Bagi Remaja Musholla Al Munawwarah di Kelurahan Bagan Punak, Senin malam (26/12/2022).Junaidi mengatakan bahwa Peran Penyuluh Agama memiliki...

Rokan Hilir (Inmas) - Penyuluh Agama Islam Non PNS Bangko Junaidi Dasrul, S.AP melaksanakan kegiatan Pegarusutamaan Moderasi Beragama Dan Wawasan  Kebangsaan Bagi Remaja Musholla Al Munawwarah di Kelurahan Bagan Punak, Senin malam (26/12/2022).

Junaidi mengatakan bahwa Peran Penyuluh Agama memiliki peranan/Strategis dalam memperkuat kehidupan Beragama. Diantaranya, tugas Penyuluh Agama meliputi agen Moderasi, Penjaga Moral,dan Penjaga Aqidah serta Akhlak Masyarakat sehingga Peranannya Strategi Sebagai Garda terdepan Kementerian Agama.

Dalam merealisasikan tugas tersebut, Junaidi di depan Remaja Musholla Al Munawwarah memberikan Materi yang bertajuk 'Peran Remaja Dalam Moderasi Beragama'.

Dalam materinya ada beberapa hal penting dan perlu untuk disimak dengan baik oleh para remaja terkait dengan moderasi beragama dalam rangka menangkal paham radikal.

"Moderasi beragama sendiri merupakan cara pandang kita dalam beragama secara moderat. yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak berlebihan atau ekstrem, baik itu kanan maupun kiri,” ungkap Junaidi.

"Lebih dari pada itu peran Remaja tentu menjadi sangat penting karena sebagai aset bangsa dan agama, tidak terpapar oleh paham-paham yang merusak persatuan dan kesatuan," urai Junaidi.

"Menyelamatkan remaja kita  dari kegelapan dan mengajak pada kehidupan yang lebih baik, mengingatkan mereka akan nikmat-nikmat Allah, sehingga remaja kita terhindar dari hal-hal yang merusak dirinya ," ajaknya lagi.

Ketika diminta Inmas apa metode yang dilakukan dalam memberikan penyuluhan kepada binaannya, Junaidi menerangkan ada beberapa metode yang bisa digunakan diantaranya, Pertama adalah metode partisipatif tidak menggurui dan mengindoktrinsasi tetapi memfasilitasi.

Kedua dialog interaktif artinya tidak hanya menerangkan tetapi juga memberi kesempatan untuk bertanya dan menanggapi dengan teknik diskusi merupakan teknik pengumpulan data kualitatif dengan melibatkan peran serta remaja secara aktif melalui wawancara dan pembahasan dalam kelompok.

"Ketiga yaitu pemberdayaan dimana kita harus bisa melihat dan menganalisa potensi serta sumberdaya yang dimiliki remaja," pungkas Junaidi.

Sebelum mengakhiri materinya, Junaidi menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi remaja adalah yaitu konflik dan ketegangan sosial.

"Meningkatnya kriminalitas, maraknya penggunaan narkoba, dan minuman keras," sebutnya.

Untuk itu remaja harus memiliki kemampuan yang bisa menjawab tantangan tersebut dan mewujudkan masyarakat dan bangsa Indonesia yang berpegang teguh serta menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.

"Remaja juga harus berperan menciptakan situasi yang aman dan kondusif serta mewujudkan kerukunan hidup umat beragama," jelasnya seraya menyudahi. (AjdSyaheed)