Indragiri Hulu, (Inmas). Senin, 7 September 2020. Aktifitas mengaji dan membaca Al-Qur’an di Masjid maupun Mushalla selepas shalat Maghrib telah menjadi tradisi dan budaya umat Islam di Indonesia sejak lama. Namun seiring perkembangan zaman, tradisi teraebut mulai banyak ditinggalkan. Sehabis shalat Maghrib, Masjid maupun Mushalla hanya diisi orang-orang tua. Anak-anak dan remaja lebih senang menghabiskan waktu di depan televisi, bermain gadget atau bahkan keluyuran di jalanan mengendarai sepeda motor yang suaranya dimodifikasi sehingga memekakkan telinga. Bila hal tersebut dibiarkan secara terus-menerus, di masa yang akan datang, generasi yang ada adalah generasi yang rendah nilai spiritualnya dan pada akhirnya terjadi kerusakan moral terhadap generasi bangsa. Telah banyak kenakalan remaja menjadi tindakan kriminal.
Melalui Gerakan Maghrib Mengaji, khususnya bagi anak-anak/generasi muda agar terbangun kembali semangat membaca dan memahami kandungan Al-Qur’an agar nilai-nilai spiritualnya tumbuh dan terjaga dengan baik.
Terkait dengan hal tersebut di atas, Syarifah Rosmadia, S.Pd.I selaku Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Rengat melaksanakan Maghrib Mengaji pada kelompok binaannya yaitu Mutiara Hati, alamat Kampung Besar Seberang Rengat yang dilaksanakan setiap malam kecuali malam Jum’at dan malam Ahad. Hal tersebut selain kepedulian terhadap generasi yang akan datang juga merupakan pelaksanaan tugas dan fungsinya selaku Penyuluh Agama Islam, ujarnya. Kiranya menjadi perhatian dan pemikiran bersama untuk kita galakkan secara berkesinambungan kegiatan Maghrib Mengaji sebagai pencegahan terhadap kemunduran akhlak maupun nilai-nilai spiritual generasi saat ini. Semoga dengan Gerakan Maghrib Mengaji mampu menciptakan Generasi Yang Berakhlak Mulia.(tulang)
PAI KECAMATAN RENGAT GELAR MAGHRIB MENGAJI
Ringkasan:
Indragiri Hulu, (Inmas). Senin, 7 September 2020. Aktifitas mengaji dan membaca Al-Qur an di Masjid maupun Mushalla selepas shalat Maghrib telah menjadi tradisi dan budaya umat Islam di Indonesia sejak lama. Namun seiring perkembangan zaman, tradisi teraebut mulai banyak ditinggalkan.