0 menit baca 0 %

PAI KUA Dumai Barat Berikan Nasehat

Ringkasan: Dumai (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dumai Barat melakukan kegiatan bimbingan perkawinan atau nasehat pernikahan pada Selasa tanggal 09 Desember 2025 pukul 10.00 WIB di ruangan KUA Kecamatan Dumai Barat  yang disampaikan oleh salah satu PAI KUA Kecamatan...

Dumai (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dumai Barat melakukan kegiatan bimbingan perkawinan atau nasehat pernikahan pada Selasa tanggal 09 Desember 2025 pukul 10.00 WIB di ruangan KUA Kecamatan Dumai Barat  yang disampaikan oleh salah satu PAI KUA Kecamatan Dumai Barat yaitu Jeeny Rahmayana kepada sepasang calon pengantin (cantin).

Bimbingan pernikahan ini dilaksananakan bertujuan untuk membekali  calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam rangka membangun rumah tangga yang bahagia dan sejahtera dengan harapan terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah.

Dalam bimbingan pernikahan kali ini, Jeeny Rahmayana membahas terkait dengan psikologi pernikahan. Adapun materi pernikahan yang disampaikan adalah mencakup dinamika hubungan, komunikasi efektif, konflik dan resolusi, peran dan tanggung jawab, komitmen, serta fase-fase pernikahan (dari honeymoon hingga stabil), yang bertujuan membangun rumah tangga harmonis dengan memahami aspek psikologis, emosional dan sosial pasangan untuk mencapai kepuasan dan ketahanan hubungan jangka panjang serta juga diberikan kesempatan kepada calon pengantin untuk menyampaikan pertanyaan jika ada hal-hal yang belum dipahami.

“Dan harapannya dengan program bimbingan perkawinan yang diselenggarakan Kementerian Agama melalui KUA Kecamatan Dumai Barat ini diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat dan pencapaian penting bagi calon pengantin," ucap Jeeny Rahmayana.

Lebih lanjut PAI KUA Kecamatan Dumai Barat juga menyampaikan, “harapan-harapan utama dalam penyampaian materi tersebut diantaranya adalah meningkatkan kesiapan mental dan emosional, membekali keterampilan komunikasi efektif, membangun resiliensi dalam menghadapi konflik, menciptakan ekspektasi yang realistis dan memperkuat komitmen dan keharmonisan," tambah Jeeny Rahmayana. (Anti/Ayu)