Kuansing ( inmas ) PAI KUA Kec. Kuantan Tengah di KUA Kec. Kuantan Tengah mengikuti Zoom Meeting secara virtual mengenai International Conference On Religious Moderation dan Peluncuran serta diskusi buku Moderasi Beragama Bimas Islam.
Kegiatan ini ditaja oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama. Kegiatan akan berlangsung selama 3 ( tiga ) hari yaitu mulai hari Selasa-Kamis atau Tanggal 26-28 Juli 2022 di Jakarta.
Peserta diikuti oleh seluruh pegawai Kankemenag dari Pusat sampai Daerah, Penyuluh dan penghulu Ka. KUA se Indonesia, juga para elit2 di Kemenag Pusat lainnya, seperti Menteri Agama Yacut Cholil Qaumas, Ikon Penggerak Moderasi Beragama Luqman Hakim Saifuddin dan langsung beliau sebagai Narasumber, Dirjen Bimas Islam Syamsul Bahri, Direktur Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor dan banyak lagi yang lainnya.
PAI KUA Kec. Kuantan Tengah yang ikut adalah PAI Fungsional Prihasni dan Ernita, AA, sedangkan PAI Non PNS KUA Kec Kuantan Tengah yang ikut adalah Ade Juniawan dan yang lainnya mengikuti di tempat tugasnya masing-masing.
Sebagai orang yang pertama kali menetapkan moderasi beragama, beliau adalah mantan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin ( LHS ), yang mana beliau menetapkan Tahun 2019 sebagai tahun Moderasi Beragama Kementerian Agama. Pada saat itu Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB ) juga menetapkan Tahun 2019 sebagai tahun Moderasi Internasional ( The Internasional Year Of Moderation ).
Tidaklah berlebihan jika dikatakan Lukman Hakim Saifuddin merupakan Ikon dari gerakan Moderasi Beragama di Indonesia saat ini, meskipun atas perintah Presiden Joko Widodo, tetapi beliau LHS melangkah dengan cepat dan kongrit untuk menyebarluaskan paham moderasi beragama ini. Selama 4 (empat) tahun Belakangan ini LHS cukup serius menyuarakan Moderasi Beragama di Indonesia.
Sebagai menteri agama di masa beliau, LHS memerintahkan untuk menjadikan Jargon moderasi beragama sebagai Ruh dan kata Kunci yang harus menjiwai seluruh program pelayanan Agama dan keagamaan di Kementerian Agama.
LHS menyatakan agar moderasi beragama menjadi poros utama dalam corak keberagaman masyarakat Indonesia.
Semoga dengan diadakan kegiatan ini para peserta Zoom Meeting lebih mengetahui, memahami dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hidup dalam keluarga, masyarakat, bangsa , negara apalagi agama. ( Pri )