0 menit baca 0 %

PAI NON PNS KEC. RENGAT BARAT, ISHAQ FUADI, S.Pd.I TAUSIYAH SANTAPAN ROHANI MALAM RAMADHAN

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Menurut Imam Nawawi, shalat tarawih dan witir merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) pada bulan Ramadhan, dan waktunya adalah setelah shalat Isya . Shalat tarawih dan witir juga dianjurkan untuk berjamaah di tempat-tempat yang ramai, sep...

Indragiri Hulu, (Inmas). Menurut Imam Nawawi, shalat tarawih dan witir merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) pada bulan Ramadhan, dan waktunya adalah setelah shalat Isya’. Shalat tarawih dan witir juga dianjurkan untuk berjamaah di tempat-tempat yang ramai, seperti Masjid, Surau, maupun Mushalla, karena merupakan bagian dari syiar Islam yang harus ditampakkan.
Beberapa hikmah shalat tarawih diantaranya, shalat sunnah paling utama; diampuni dosannya yang telah lalu; shalat tarawih berjamaah seperti qiyamul lail semalam penuh; meningkatkan silaturrahmi dan ukhuwah Islamiyah; serta menyehatkan jasmani dan rohani.
Sebelum shalat tarawih dan witir, biasanya ada tausiyah yang disampaikan dengan ringkas dan padat atau yang lebih akrab dikenal dengan nama kultum (kuliah tujuh menit) dengan beragam tema yang dapat menambah pengetahuan/pemahaman tentang keagamaan Islam sekaligus untuk peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.
Sabtu 15 April 2023/24 Ramadhan 1444 H, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu pada Kecamatan Rengat Barat atas nama Ishaq Fuadi, S.Pd.I mengisi tausiyah santapan rohani malam ramadhan sebelum pelaksanaan shalat tarawih dan witir di Masjid Nurul Amal, Komplek Perkantoran Pemkab. Inhu, Pematang Reba, dengan judul “Istiqamah Beribadah Pada Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan”.
Sekarang kita sudah memasuki Al ‘Asyru Al Awakhir (10 hari terakhir) Ramadhan. Maka kesempatan bagi kita yang ingin meraih sukses Ramadhan dan memperoleh Lailatul Qadar dengan meningkatkan kuantitas maupun kualitas ibadah sekaligus melipatgandakan amal shalih.
“Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan Iman dan Ihtisab (mengharapkan pahala), niscaya Allah mengampuni dosa – dosanya yang telah lampau”.(HR Bukhari)
“Menghidupkan” dalam hadits ini tidak terpaku pada satu jenis ibadah saja, akan tetapi dengan berbagai macam ibadah, seperti shalat; membaca al-Qur’an/tadarus; i’tikaf, berdzikir, berdoa, dan amalan-amalan lainnya.
Di penghujung ramadhan biasanya banyak godaan atupun cobaan yang datang, seperti keinginan membeli pakaian baru/sepatu, kue lebaran, mengecat rumah, mengganti ataupun membeli kendaraan baru dan godaan lainnya. Keinginan tersebut haruslah disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan. Semoga kita termasuk orang – orang yang beruntung dalam menjalankan ibadah puasa ramadhan, tidak hanya sekedar mendapatkan rasa lapar dan dahaga semata, demikian penutup tausiyah Ishaq Fuadi.(tulang)