0 menit baca 0 %

PAI NON PNS (M. SOLIHIN, M.Pd) KULTUM SANTAPAN ROHANI MALAM RAMADHAN

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Pada bulan Ramadhan, umat Islam tidak hanya dianjurkan memperbanyak ibadah di siang harinya saja, malam hari pun juga, diantaranya melaksanakan shalat sunnah tarawih dan witir setelah shalat Isya .Menurut Imam Nawawi, shalat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sa...

Indragiri Hulu, (Inmas). Pada bulan Ramadhan, umat Islam tidak hanya dianjurkan memperbanyak ibadah di siang harinya saja, malam hari pun juga, diantaranya melaksanakan shalat sunnah tarawih dan witir setelah shalat Isya’.
Menurut Imam Nawawi, shalat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) pada bulan Ramadhan, dan waktunya adalah setelah shalat Isya’. Shalat tarawih juga dianjurkan untuk berjamaah di tempat-tempat yang ramai, seperti Masjid, Surau, maupun Mushalla, karena merupakan bagian dari syiar Islam yang harus ditampakkan.
Beberapa hikmah shalat tarawih diantaranya, shalat sunnah paling utama; diampuni dosannya yang telah lalu; shalat tarawih berjamaah seperti qiyamul lail semalam penuh; meningkatkan silaturrahmi dan ukhuwah Islamiyah; serta menyehatkan jasmani dan rohani.
Sebelum shalat tarawih dan witir, biasanya ada ceramah yang disampaikan dengan ringkas dan padat atau yang lebih akrab dikenal dengan nama kultum (kuliah tujuh menit) dengan beragam tema yang dapat menambah pengetahuan/pemahaman tentang keagamaan Islam sekaligus untuk peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.
Selain wajib memberikan bimbingan secara kontinyu/berkala kepada kelompok binaan, PAI Non PNS juga memberikan peranannya di tengah kehidupan masyarakat, khususnya terkait dengan kegiatan keagamaan Islam.
Rabu 29 Maret 2023/07 Ramadhan 1444 H, Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS Kecamatan Lubuk Batu Jaya Muhamad Solihin, M.Pd  (urut dua dari sisi kanan) sampaikan kultum santapan rohani malam ramadhan di Masjid Al-Muhajirin, Kongsi IV Kecamatan Pasir Penyu, dengan tema “Memakmurkan Masjid”.
Dampak dari amaliyah Ramadhan bisa dilihat dari suasana kehidupan masjid setelah bulan Ramadhan usai. Pada bulan Ramadhan, Masjid terasa ramai dan makmur dengan berbagai kegiatan ibadah, mulai dari salat lima waktu, salat Jum’at, salat Taraweh & Witir, salat Hajat, dan salat Tasbih. Bahkan, di masjid juga dilaksanakan taushiyah agama Islam,  tadarus al-Quran, dan i’tikaf di masjid. Nah, kalau kemudian masjid-masjid menjadi sepi kembali setelah bulan Ramadhan, maka artinya amaliyah  Ramadhan belum sepenuhnya menjadi kekuatan pengubah perilaku hamba yang telah menjalankan pendidikan Ramadhan.
Memakmurkan masjid adalah tugas kita yang utama dan mulia setelah Ramadhan.  Oleh karena itu, mari kita bersama-sama terus istiqamah memakmurkan masjid-masjid Allah dengan salat berjamaah dan dilanjutkan dengan berinfak di jalan Allah SWT sesuai kemampuan kita, dan ikut berjuang  membangun ekonomi umat. Semoga Allah SWT memberikan taufik, hidayah, dan ridha-Nya  kepada kita semua. Kita juga berdoa kepada Allah, semoga dipanjangkan umur, disehatkan badan dalam berbuat ibadah, diluaskan rezeki,  dan kembali berjumpa dengan Ramadhan 1445 H/2024 yang akan datang, demikian rangkaian tausiyah/kultum santapan rohani Ramadhan yang disampaikan M. Solihin.(tulang)