Bantan (Inmas) - Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Bantan terus berkomitmen untuk membantu pembinaan spiritual narapidana di Lapas Kelas II.A Bengkalis 03/10/ 2023.
Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Senin dan Jumat ini tidak hanya berfokus pada Tausiyah Agama, Pembacaan Yasin, Al Kahfi, dan doa bersama, tetapi juga dimulai dengan pembelajaran membaca huruf Latin bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang belum menguasainya.
Pukul 09.00 WIB, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Bantan, yang dipimpin oleh Eny Gustinawati, berkumpul di Blok Wanita Wisma Mawar Berduri Lapas Kelas IIA Bengkalis. Kegiatan dimulai dengan semangat tinggi, seiring dengan antusiasme WBP yang berpartisipasi dalam pembelajaran huruf Latin.
Menurut Eny, pembelajaran huruf Latin adalah langkah awal yang sangat penting dalam memahami teks-teks agama dan literatur Islam yang ditulis dalam bahasa Latin. "Kegiatan ini membantu WBP yang belum bisa membaca huruf Latin untuk lebih mendalami ajaran Islam, terutama saat mereka ingin memahami Al-Quran dalam bahasa Arab, dan bisa menimbulkan percaya diri Ketika WBP berpartisipasi sebagai anggota Masyarakat di luar penjara setelah bebas.
Setelah sesi pembelajaran huruf Latin, di hari Jumat kegiatan dilanjutkan dengan pengajian Yasin, Al Kahfi, dan doa bersama. Di hari Senin, dilanjutkan dengan tausiyah agama dengan keragaman materi yang telah direncanakan dari awal. Hal ini merupakan bagian integral dari pembinaan spiritual dan moral yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Bantan di Lapas Kelas IIA Bengkalis.
Kegiatan yang berlangsung dua kali seminggu ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi WBP di Lapas Kelas IIA Bengkalis. Pembelajaran huruf Latin merupakan langkah kecil, namun signifikan, dalam perjalanan mereka menuju pemahaman agama yang lebih dalam dan pemulihan diri yang positif.