0 menit baca 0 %

PAIF KUA KEC RENGAT BARAT (M. ROSIDIN, S.Ag) BERTINDAK SELAKU KHATIB SHALAT IDUL ADHA

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 668 Tahun 2022 Tentang Penetapan 1 Zulhijah dan Idul Adha 1443 Hijriah, maka Hari Raya Idul Adha 1443 H/2022 M jatuh pada hari Ahad 10 Juli 2022.Ahad, 10 Juli 2022 Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Kecamat...

Indragiri Hulu, (Inmas). Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 668 Tahun 2022 Tentang Penetapan 1 Zulhijah dan Idul Adha 1443 Hijriah, maka Hari Raya Idul Adha 1443 H/2022 M jatuh pada hari Ahad 10 Juli 2022.
Ahad, 10 Juli 2022 Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Kecamatan Rengat Barat atas nama Muhammad Rosidin, S.Ag bertindak selaku Khatib Shalat Idul Adha 1443 H di Masjid Al-Ikhlas, Komplek PTPN V Desa Kota Lama, Kec. Rengat Barat.
Makna berbagi sangat terasa antara si kaya dengan si miskin. Idul Adha adalah saat semua orang merasakan kebahagiaan menikmati daging qurban yang berkah dan lezat. Hakikat qurban yang sangat besar dirasakan adalah berkorban. Orang yang menjalankan ibadah qurban harus merelakan tabungan, uang belanja, uang simpanan dan sebagainya demi untuk melaksanakan syariat yang diperintahkan oleh Allah SWT demi mendapat ridho dan pahala dari Allah SWT. Makna ibadah qurban adalah syukur. Orang yang bersyukur dengan nikmat harta benda dan kekayaan yang dimiliki dapat diwujudkan dengan menunaikan ibadah qurban. Semakin bersyukur seseorang maka nilai hartanya serta keberkahan kekayaannya akan semakin ditambah oleh Allah SWT. Bersyukurlah maka Allah SWT akan menambahkan nikmat lebih banyak lagi. Makna dari qurban adalah yakin dan taat dengan perintah Allah SWT. Apa yang disyariatkan oleh Allah SWT adalah hal yang harus dilakukan sebagai bukti keimanan maupun ketaqwaan seorang hamba, demikian rangkaian khutbah yang disampaikan M. Rosidin.
Perayaan hari raya Idul Adha merupakan momentum bagi umat muslim untuk mengingat kembali peristiwa penting tentang keikhlasan dan ketaatan Nabi Ibrahim as dan putranya Nabi Ismail as terhadap perintah Allah SWT. Semoga nilai-nilai kepatuhan dan keikhlasan tersebut mampu menjadi syiar sekaligus suri tauladan dalam kehidupan kita, ujar M. Rosidin menutup khutbahnya.(tulang)