0 menit baca 0 %

PAIF KUA KEC SEBERIDA MUHAMMAD RASIDIN, S.Ag KULTUM SANTAPAN ROHANI RAMADHAN DI MASJID NURUL AMAL KOMPLEK PERKANTORAN PEMKAB INHU

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Menurut Imam Nawawi, shalat tarawih dan witir merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) pada bulan Ramadhan, dan waktunya adalah setelah shalat Isya . Shalat tarawih dan witir juga dianjurkan untuk berjamaah di tempat-tempat yang ramai, sep...

Indragiri Hulu, (Inmas). Menurut Imam Nawawi, shalat tarawih dan witir merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) pada bulan Ramadhan, dan waktunya adalah setelah shalat Isya’. Shalat tarawih dan witir juga dianjurkan untuk berjamaah di tempat-tempat yang ramai, seperti masjid, surau dan mushala, karena merupakan bagian dari syiar Islam yang harus ditampakkan.
Beberapa hikmah shalat tarawih dan witir diantaranya, shalat sunnah paling utama; diampuni dosanya yang telah lalu; shalat tarawih dan witir berjamaah seperti qiyamul lail semalam penuh; meningkatkan silaturrahmi dan ukhuwah Islamiyah; serta menyehatkan jasmani dan rohani.
Sebelum shalat tarawih dan witir, biasanya ada ceramah/tausiyah yang disampaikan dengan ringkas dan padat atau yang lebih akrab dikenal dengan nama kultum (kuliah tujuh menit) dengan beragam tema yang dapat menambah pengetahuan/pemahaman tentang keagamaan Islam sekaligus untuk peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.
Selasa 28 Maret 2023/06 Ramadhan 1444 H, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Kec. Seberida Muhammad Rasidin, S.Ag menyampaikan tausiyah/kultum Santapan Rohani Ramadhan sebelum pelaksanaan shalat tarawih dan witir di Masjid Nurul Amal Komplek Perkantoran Pemkab Inhu, dengan tema Bersyukur Atas Nikmat Dari Allah SWT.
Makna paling mendasar dari bersyukur adalah berterima kasih serta menerima segala apa yang Allah SWT beri kepada kita. Sudah menjadi keharusan bagi seorang muslim untuk bersyukur kepada Allah SWT, karena rasa syukur itu sendiri menjadi bentuk ketaatan kita sebagai hamba-Nya. Dengan bersyukur, kenikmatan yang Allah SWT berikan akan selalu bertambah.
Bersyukur menjadi perbuatan hati yang mampu membuat diri kita merasa damai, bahagia, tenang, dan tentram. Dengan bersyukur, kita akan mendapat kenikmatan serta pahala dari Allah SWT. Seperti yang Allah sampaikan pada Surat Ibrahim ayat 7, yaitu: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”  Demikian rangkaian tausiyah yang disampaikan M. Rasidin.(tulang)