0 menit baca 0 %

Pameran Karya Seni Santri Meriahkan Yaumutta'aruf Ponpes Ittihadul Muslimi

Ringkasan: Siak (Inmas) Dalam pelaksanaan kegiatan akbar Yaumutta aruf (hari perkenalan) Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin, Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib yang dihadiri oleh banyak tokoh penting Kabupaten Siak baik dari usur pemerintah, pemangku kebijakan, tokoh agama dan tokoh masyarakat set...

Siak (Inmas) – Dalam pelaksanaan kegiatan akbar “Yaumutta’aruf” (hari perkenalan) Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin, Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib yang dihadiri oleh banyak tokoh penting Kabupaten Siak baik dari usur pemerintah, pemangku kebijakan, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat beserta seluruh wali santri yang diperkirakan mencapai lebih kurang 2000 orang. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini dipusatkan di astaka utama lapangan Buya Ridwan Ali Salami komplek Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin.

Terlihat dari sebelah astaka utama Yaumutta’aruf, Pengurus Ponpes Ittihadul Muslimin membuka stand bazar yang memamerkan hasil kaligrafi santri putra dan putri untuk dapat diperlihatkan kepada masyarakat luas yang menghadiri pelaksanaan Yaumutta’aruf tersebut. Terlihat dari gerai bazar yang dibuka, banyak dari pengunjung yang singgah dan melihat-lihat pemeren karya seni para santri Ponpes Ittihadul Muslimin. Tidak sedikit tamu yang hadir mengabadikan karya tersebut dalam bentuk photo dan bertanya bagimana proses hasil karya tersebut atau bahkan hanya sekedar ber-swafoto. Mudah-mudahan pondok pesantren tetap menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat yang menginginkan buah hatinya sukses dunia dan akhirat.

Dalam kesempatan ini al Ustadz Muhammmad Yunus selaku Ketua panitia acara menyatakan bahwa, “karya para santri ini dipamerkan agar masyarakat mengetahui bahwa di pesantren itu tidak hanya full belajar dan mengaji, tetapi kita juga melatih mereka yang berjiwa seni dan interpreneurship untuk terus mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka. Selain itu, agar jangan sampai ada kesan bahwa menuntut ilmu itu hanya untuk mencari kerja. Moto kita menuntut ilmu karena mencari ridho Allah dalam men-syi’arkan Islam, sedangkan skill itu untuk memenuhi kebutuhan finansial ke depan” ucapnya mantap.

“Kami membawa ini dalam rangka berpartisipasi memeriahkan kegiatan even besar ini. Besar harapan kami, melalui karya seni santri ini, mudah-mudahan pemerintah dan masyarakat dapat melihat bahwa di pesantren kami terdapat potensi-potensi luar biasa yang jika didukung penuh akan lahir kelak kaligrafer-kaligrafer Muslim hebat”, ungkapnya semangat.