Dumai (Inmas) - Tahun ajaran baru segera di mulai setelah beberapa bulan para siswa melewati belajar di rumah sampai kenaikan kelas, setelah libur kegiatan belajar mengajar akan di lanjutkan kembali, untuk memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs. H. Syafwan memantau hari kedua masuk Madarsah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Dumai pada Selasa, (14/07/2020).
Kedatangan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs. H. Syafwan di MTsN 1 Dumai didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs. Sarifuddin dan Humas Zulfahmi Arief, S.Sos disambut langsung oleh Ka. MTsN 1 Dumai Januarizal, M.Pd.I dan Kaur TU MTsN 1 Dumai H. Muhammad Yunus, SH.I.
Dikatakan H. Syafwan tahun ajaran baru sudah di mulai. Namun bukan berarti sekolah Madrasah akan dibuka seperti biasa, sebab kebijakan masih mengikuti yang lama, belajar di rumah, kalau pun ada kebijakan baru dan harus masuk sekolah harus mengikuti protokol kesehatan, setiap kelas berjarak 1 meter, setiap kelas harus disiapkan tempat cuci tangan, setiap siswa harus memakai masker, prinsipnya semua aktifitas yang berpontensi terjadinya penularan virus harus di batasi.
“Sebagai tahap awal pelaksanaan pendidikan bagi siswa baru. Ia memastikan peserta didik merupakan bagian dari satuan pendidikan maka dari itu perlu adanya pengenalan terhadap satuan pendidikan baik pendidik, tenaga kependidikan, peraturan-peraturan dan program pendidikan,” ujar H. Syafwan saat mengelar pertemuan bersama para majelis guru dan pegawai TU di Ruang Pertemuan MTsN 1 Kota Dumai.
Terkait pelaksanaan pembelajaran di Kota Dumai menegaskan pembukaan sekolah akan di putuskan berdasarkan pertimbangan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 serta mengikuti kebijakan Pemerintah Kota Dumai sebagai daerah zona kuning kemungkinan pelaksanaan tatap muka di satuan pendidikan bagi MA dan MTs dapat di laksanakan dengan memastikan protokol kesehatan masa covid-19 berjalan dengan baik.
“bila di putuskan siswa kembali ke sekolah yang paling utama keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi prioritas utama,” demikian Kakan Kemenag Dumai. (Arief)