Makkah (Inmas) - Sehari
sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna)
petugas kloter (TPHI, TPIHI, TKHI) bersama petugas daerah (PHD) mengingatkan
jamaahnya untuk mempersiapkan diri, memberikan motivasi dan berkoordinasi untuk
selalu kompak melaksanakan tarwiyah. Demikian dilakukan Petugas Kloter 6 BTH dan
Kloter 8 BTH pada giat, Rabu (6/7/22).
Pada Kloter 8 BTH, dokter
kloter beserta para medis menyampaikan kiat danÂ
antisipasi kesehatan dan kemungkinan yang akan dihadapi di Armuzna. Diantaranya
jamaah harus tetap menjaga kesehatan, asupan tubuh terutama mengkonsumsi air
minum.
“karena cuaca Armuzna saat ini tergolong ekstrim, jamaah jangan abaikan kesehatan, sering minum jangan sampai haus, tetap menggunakan alas kasi, dan segera memberikan informasi jika mengalami kelainan pada kesehatan kepada petugas”.
Sedangkan Ketua Kloter 8 BTH Khairul Nizan memotivasi jamaah untuk berserah diri kepada Allah SWT agar Ibadah dapat dilaksanakan dengan sempurna.
“sebagai tamu Allah
mari kita berserah diri kepada Allah dan minta kepadanya untuk diberikan
kemudahan dalam pelaksanaan ibadah haji ini”.
Sementara itu pada kloter 6 BTH, giat menghadapi puncak Armuzna pembimbing ibadah Dr. H. Muhammad Fakhri, M. Ag sedang menyampaikan  arahan untuk 32 orang jamaah haji yang akan melaksanakan tarwiyah. Tarwiyah adalah menginap (mabit) di Mina pada 8 Dzulhijjah, sebelum wukuf di Padang Arafah. Disana jemaah menunaikan shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh. Mereka tidak meninggalkan Mina sebelum terbit matahari di hari Arafah.
“Berdasarkan keterangan dari bapak Zulhendri yang merupakan penanggungjawab dari rombongan tarwiyah ini, bahwa malam ini Rabu 6 Juli 2022 M/ 8 Zulhijjah 1443 H pukul 20.30 WAS mereka akan mulai bergerak menuju Mina, dan pada pagi hari 9 Zulhijjah 1443 H mereka akan menuju Arafah kembali bergabung dengan jamaah haji kloter 6 BTH untuk melaksanakan wukuf”. Tutur Ketua Kloter 6 BTH Fahmi Wahyudi.
Sebagai ketua
kloter, Fahmi Wahyudi mengingatkan jamaah yang akan melaksanakan Tarwiyah untuk
tetap berkoordinasi dengan ketua kloter, menjaga kekompakan, keamanan, dan
kesehatan rombongan sampai kembali ke kloter 6.Â
“saya akan terus memonitor untuk memastikan bahwa jamaah tarwiyah dari Kloter 6 BTH dalam keadaan Aman dan sehat, Alhamdulillah kondisi jamaah sehat dan bahagia”. Imbuh Fahmi.
Sebagai Pembimbing Ibadah yang lebih dikenal dengan nama Ustadz Fahri tersebut mengingatkan jamaah tarwiyah untuk memperhatikan kemampuan fisik dalam melakukan ibadah sunnah, karena mabid di mina pada malam 9 zulhijjah adalah sunnat.
“jangan sampai mengejar yang sunnat mengganggu yang
wajib yakni wukuf di Arafah, karena wukuf di arafah adalah bahagian dari rukun
haji yang pelaksanaannya membutuhkan stamina fisik prima”.Â