Riau (Inmas)- Dalam rangka memastikan system pembelajaran di
madrasah tetap bisa tercapai di masa new normal, Kepala Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Riau Dr H Mahyudin MA, didampingi Kasubbag
Kepegawaian dan Hukum H Edi Tasman S Ag M Si dan Kasi Kurikulum H Muliardi M Pd
memonitoring langsung aktivitas beberapa madrasah di Kota Pekanbaru, Selasa
(21/7/2020).
Empat madrasah yang menjadi sampel monitoring pembelajaran di
Kota Pekanbaru adalah MAN 2 Pekanbaru, MTs N 3 Pekanbaru, MAN 1 dan MAN 3
Pekanbaru. Dari hasil monitoring tim Kakanwil tersebut, dari 4 madrasah secara
keseluruhan telah menerapkan kurikulum darurat dengan infrastruktur protokol
kesehatan yang cukup memadai.
Mahyudin menyebutkan, Kementerian Agama melalui Direktur
Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) telah mengeluarkan panduan kurikulum darurat
pada madrasah. Dimana, guru diharapkan kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan
media pembelajaran yang ada di lingkungan sekitar untuk tercapainya tujuan
pembelajaran.
“Pada hari ini kita melakukan monitoring untuk melihat
apakah sekolah melaksanakan protokol kesehatan sekaligus melihat lebih dekat
proses belajar dimasa new normal dengan kurikulum darurat. Dan hasil tinjauan kita di MAN 2, MTs N 3,
MAN 1 dan MAN 3 Pekanbaru system pembelajaran sangat bervariasai, ada melalui youtobe,
e learning dan proses pembelajaran lainnya. Namun demikian orientasinya tetap, bagaimana
kurikulum darurat bisa diterapkan dan tujuan pembelajaran bisa tercapai. Mudah- mudahan madrasah lain juga menerapkan hingga ke pelosok- pelosok daerah,” harap Mahyudin usai melakukan peninjauan
di MAN 3 Pekanbaru.
Sementara itu, Kepala MAN 3 Pekanbaru Sukeimi M Pd
menyebutkan, untuk memudahkan siswa menerima pelajaran di masa new normal, MAN
3 menerapkan system pembelajaran e learning, daring dan beberapa system lainnya.
“Untuk system pembelejaran sejauh ini berjalan cukup lancar,
hanya kendalanya saat ini adala fasilitas atau alat komunikasi yang digunakan
oleh siswa, terkadang harus bergantian dengan saudara yang lain karena hanya memiliki
1 HP android. Selain itu masalah jaringan internet juga terkadang menjadi
keluhan, karena membutuhkan cukup banyak paket data setiap harinya,” jelasnya
dan berharap, guru dan unsur pimpinan terus memberikan bimbingan untuk terus
mempermudah proses pembelajaran di masa new normal saat ini. (mus/khairul/
fahmi/eka)