Riau (humas) - Pelatihan penghulu angkatan 1 yang dilaksanakan secara daring di seluruh Indonesia berakhir dengan evaluasi memuaskan. Hal ini disampaikan oleh Siti Mukzizatin, M.Ag, Mpd 1 selaku Widyaiswara Ahli Madya pada Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan.
Presentasi tatap muka pelatihan calon penghulu angkatan 1 yang dijadwalkan tanggal 3-4 Agustus 2020 berjalan lancar.
Sedangkan untuk angkatan ke 2 dijadwalkan 7-9 Agustus 2020 di Kanwil Kementerian Agama Provinsi juga dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
Dalam melaksanakan IJT (in Job Training) II Pelatihan Penghulu Angkatan 1 ia mengatakan di pekanbaru ada 4 peserta pelatihan calon penghulu. Dimana pelatihan itu sendiri sebagai salah satu syarat mengumpulkan angka kredit.
"Kebetulan sekarang (07/08) hari terakhir selama pelaksanaan pelatihan 1.5 bulan. Sehingga hari ini menjadi momen evaluasi, berupa laporan materi yang telah diterima. Dalam bentuk laporan tertulis dari 1-10 materi." Ungkapnya.
"Yang kedua, evaluasinya presentasi pencatatan pernikahan plus pelayanan prima di KUA masing-masing", Imbuhnya.
Hasil presentasinya dinilainya sudah cukup bagus, apalagi telah dimasukkan pertanyaan-pertanyaan bagaimana inovasi pelayanan prima dan bagaimana penghulu menghadapi problem-problem dalam hal verifikasi ketika melaksanakan pencatatan pernikahan.
Pelatihannya secara daring, di seluruh indonesia secara perwakilan masing2 provinsi.
Mulai dari Aceh, Riau, Sumatera Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Utara. Pelatihan ini dilaksanakan dalam 2 angkatan. Per angkatan ada 15 orang.
Adapun output yang diharapkan menurutnya adalah peningkatan kompetensi, melalui pembekalan mendalam atas persoalan sehingga dapat teratasi saat terjun ke masyarakat.
Secara qualifikasi, kualitas calon penghulu cukup bagus karena dapat menyelesaikan lembar kerja dengan baik dan dapat menyusun Dupak termasuk karya tulis ilmiah juga mereka bisa laksanakan dengan baik.
"Tapi makhraj khutbah nikah perlu diperhatikan dan tentang bagaimana memberikan solusi pada masyarakat tentang rujuk dan administrasinya juga pernikahan campuran masih harus banyak membaca regulasi yang ada dan kompilasi hukum Islam", terangnya.
Menurutnya menjadi Penghulu itu banyak godaannya, jadi dibutukan sikap komit dan integritas diri.
Meskipun demikian, ia mengaku memaklumi karena bagaiamanapun calon penghulu tersebut masih baru, sehingga perlu waktu untuk membenahi kekurangan-kekurangannya kedepan.(vera)